detikcom
Selasa, 17/01/2006 23:44 WIB

Beli Mobil Baru, MA Tunjuk Langsung Astra GSO

Arry Anggadha - detikNews
Jakarta - Pembelian 196 mobil baru (sebelumnya diberitakan 216 mobil-red) dan 15 motor oleh Mahkamah Agung (MA) ternyata dilakukan tanpa tender. MA menunjuk langsung pihak Astra GSO (Government Service Order) untuk menyediakan seluruh kendaraan tersebut. "Kita langsung menunjuk Astra GSO. Karena dia yang mempunyai sertifikat GSO," kata Kepala Biro Umum MA Abidin di Kantor MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (17/1/2006). Menurut Abidin, Astra GSO biasa menyediakan fasilitas kendaraan bagi instansi pemerintah dengan harga yang jauh lebih murah. "Kita kan sama dengan instansi lain. Khusus kendaraan pemerintah ditunjuklah yang mempunyai GSO," ujarnya. Abidin mengaku penunjukan Astra GSO otu dilakukan setelah MA melakukan rapat yang dilakukan oleh Sekretaris MA, eselon I, dan eselon II. "Dan saya sebagai Karo Umum ditunjuk sebagai penanggung jawabnya," ungkapnya. Ketika ditanya dengan melakukan penunjukan langsung ini, berarti MA melanggar Keppres No 80/2003, Abidin membantahnya. "Kalau satu salah, semua salah dong," kilahnya. Saat ini MA masih menunggu kedatangan 50 mobil Kijang Innova dari Astra. "Itu sekarang tinggal dikirim saja. Batas pengiriman sampai Maret," jelasnya. Seperti diketahui, MA menyediakan 196 unit mobil baru untuk seluruh pejabat di tingkat peradilan. Selain itu, MA juga membeli 15 motor merk Honda Mega Pro untuk staf di lingkungan MA. Untuk kalangan MA, 9 mobil Camry dibagikan untuk seluruh Ketua Muda MA. Dan 7 mobil Corolla Altis dibagikan untuk seluruh pejabat eselon tingkat I di lingkungan MA. Sekedar diketahui, di tingkat MA sendiri, untuk pengadaan 9 mobil Camry menghabiskan anggaran Rp 3,178 miliar. Sedangkan untuk pengadaan 7 mobil Altis menghabiskan anggaran Rp 1,867 miliar. Sedangkan sisanya, 30 mobil Toyota Altis dibagikan untuk seluruh ketua pengadilan tingkat banding di seluruh Indonesia. Serta 150 mobil Kijang Innova dibagikan untuk seluruh ketua pengadilan tingkat pertama di seluruh Indonesia.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mar/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%