detikcom
Kamis, 28/07/2005 06:02 WIB

PT DI Tolak Bayar Kompensasi Pensiun Karyawan

Anton Aliabbas - detikNews
Jakarta - Kemalangan terus menimpa ribuan karyawan PT Dirgantara Indonesia (DI). Sebab, PT DI menolak tuntutan pembayaran kompensasi pensiun bagi karyawan yang di-PHK. Duh. "Itu karena masih ada perbedaan penafsiran terhadap ketentuan yang berlaku mengenai kompensasi pensiun," ujar Ketua Tim Penasihat Hukum PT DI, Rudi A Amrullah, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (28/7/2005). Rudi mengaku sudah menanyakan masalah ini kepada Kepaniteraan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (P4P) serta pihak terkait. "Dan tidak satu pun yang menyatakan berwenang untuk menghitung kompensasi pensiun," tegasnya. PT DI, menurutnya, sudah melaksanakan isi putusan P4P yakni membayar semua pesangon karyawan. "Tapi, kalau dana pensiun dan jamiann hari tua bukanlah kewajiban kami karena dana itu dikelola Lembaga Dana Pensiun IPTN dan PT Jamsostek," tambah Rudi. Pihaknya menilai hukuman 2 bulan yang dijatuhkan kepada Dirut PT DI Edwin soedarmo tidak adil. "Klien kami sudah menjalankan amanat RUPS, hasil sidang kabinet dan putusan P4P," kata Rudi. Sebelumnya, ribuan mantan karyawan PT DI mengeluh dana pensiun dan uang pesangon tidak juga dibayar direksi. Mereka pun menyurati Mahkamah Agung untuk menyita aset PT DI. Namun, permintaan tersebut ditolak. Permohonan ini diajukan setelah keluarnya putusan P4P yang mengizinkan PHK 6.561 karyawan PT DI. P4P memerintahkan PT DI untuk memberikan pesangon dua kali ketentuan pasal 156 ayat (2) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK). P4P juga memutuskan PT DI memberi uang penghargaan masa kerja sesuai dengan ketentuan pasal 156 ayat (3) UUK; uang pengganti perumahan dan pengobatan serta perawatan sebesar 15 persen sesuai dengan pasal 156 ayat (4) huruf C UUK; tunjangan hari raya tahun 2003 sebesar 1 bulan gaji; dan uang pengganti cuti tahunan. Total jenderal, dana yang dibutuhkan PT DI memenuhi hak 6.561 karyawan yang di-PHK sekitar US$ 20 jutaatau sekitar Rp 160 miliar. Kewajiban ini belum dipenuhi PT DI karena ketiadaan dana. Dirut PT DI Edwin Soedarmo akhirnya divonis 2 bulan penjara karena kasus pelanggaran atas putusan P4P. Namun, hingga kini Edwin belum juga dieksekusi.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ton/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%