Kamis, 02/06/2005 22:52 WIB

Meski Rugi, Karyawan PLN Terima Bonus Rp 234 Miliar

Melly Febrida - detikNews
Jakarta - Selain direksi dan komisaris, karyawan PT PLN juga memperoleh bonus dari kebijakan pemegang saham. Jumlahnya mencapai Rp 234 Miliar. Wow, padahal pada saat hal itu terjadi tahun 2003, PLN mengalami kerugian sampai Rp 3 triliun. "Walau masih merugi, ada hal positif yang dilakukan direksi, komisaris dan karyawan. Mereka bisa menekan laba usaha dari minus Rp 8 triliun menjadi Rp 3 triliun, jadi ada saving sekitar Rp 6,9 triliun," kata Deputi Meneg BUMN Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis Energi dan Telekomunikasi Roes Aryawijaya. Roes yang juga merupakan kuasa hukum pemegang saham PT PLN mengatakan hal itu kepada wartawan disela-sela pemeriksaannya, di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jl. Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2005). Roes diperiksa tim penyidik Kejagung sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dana Tantiem (bonus bagi direksi dan karyawan). Sebelumnya Roes juga telah diperiksa oleh tim penyidik Rabu (1/6/2005) kemarin. "Atas dasar niat baik, pemegang saham menanyakan kepada direksi mengenai apa bisa diberikan jasa produksi atau insentif pemberian bonus, karena pada tahun 2003 nilai kerugian mengecil. Dan dari direksi jawabannya ya," ungkap Roes. Untuk menghitung besarnya pembagian bonus secara transparan, fairness dan accountabel, maka digunakan formula yang dibuat seorang ahli. Dari perhitungan, diperoleh pembagian jasa produksi untuk Direktur Utama mencapai Rp 530 juta sampai Rp 570 juta "Total bonus untuk direksi dan komisaris mencapai Rp 4 Miliar. Sedangkan bonus untuk karyawan mencapai Rp 234 miliar sehingga ditotal Rp 238 miliar," kata Roes. Sebenarnya tahun 2001 direksi dan komisaris PT PLN juga sudah meminta kenaikan gaji, namun tidak dapat dipenuhi. "Tahun 2001-2002 perusahaan merugi jadi tidak bisa disetujui usulan kenaikan gaji dari Rp 40 juta menjadi Rp 48 juta. Sedangkan ahun 2003 terlihat perusahaan ada peningkatan kinerja," katanya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fab/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%