detikcom
Minggu, 01/05/2005 20:11 WIB

Polisi Timor Leste Bakar Perahu Nelayan Indonesia

Emmy F - detikNews
Kupang - Situasi perbatasan RI-Timor Leste kembali memanas. Polisi Nasional Timor Leste yang bertugas di Border Patroly Union (BPU) secara membabi-buta membakar kemudian menghancurkan sebuah perahu milik warga Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT. Aksi bakar itu karena karena pukat (alat tangkap ikan) yang digunakan untuk mencari ikan nelayan Indonesia itu tanpa sengaja terbawa arus dan melewati garis batas kedua negara. Insiden ini mengakibatkan aksi protes warga. Mereka mendesak pemerintah segera mengambil langkah serius untuk mengusut tuntas aksi brutal para polisi nasional Timor Leste tersebut. "Saya tidak sengaja melewati garis batas. Kebetulan pukat yang saya gunakan untuk menangkap ikan terbawa arus. Tetapi mengapa perahu saya dibakar dan dihancurkan," kata Yunus, pemilik perahu. Kapolres Belu, AKBP Ekotrio Budhiniar yang dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (1/5/2005 mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan kepolisian Timor Leste untuk mengusut kasus tersebut. Dalam sepekan terakhir, sudah terjadi tiga kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Timor Leste. Kasus pertama yakni penembakan terhadap Danpos Satgas Pasukan Pengaman Perbatasan di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen. Beberapa hari lalu, warga Distrik Oecusi, menyerang warga kampung Nelu, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara. Belum usai pengusutan kedua kasus tersebut, BPU Timor Leste kembali melakukan tindakan sewenang-wenang dengan membakar perahu milik nelayan Indonesia.
Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(mar/)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
56%
Kontra
44%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
  • Rp .000
  • Rp .000