detikcom
Jumat, 15/04/2005 15:21 WIB

Sussongko Diperiksa, Wartawan Pukul Staf KPU

Dian Intannia - detikNews
Jakarta - Untuk ketiga kalinya, Pelaksana Harian Sekjen KPU Sussongko Suhardjo menjalani pemeriksaan di KPK. Insiden kecil terjadi, seorang wartawan memukul staf KPU yang menghalang-halangi wawancara dengan Sussongko. Sussongko yang didampingi Kepala Biro Pengawasan KPU Oktavianus Kese secara diam-diam masuk lewat pintu belakang kantor KPK di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2005) pukul 14.00 WIB. Melihat gelagat itu, beberapa wartawan yang saat itu menunggu di pintu utama gedung berusaha mengejar. Sambil tergopoh-gopoh, wartawan menghujani Sussongko dengan sejumlah pertanyaan. Namun Sussongko tetap diam seribu bahasa. Tindakan wartawan dihadang Oktavianus Kese sambil marah marah."Tolong jangan halangi kami," teriak salah seorang wartawan. Adu mulut pun terjadi. Tiba-tiba secara spontan wartawan dari salah satu TV swasta menggetok kepala Oktavianus dengan mikenya. Sussongko berhasil kabur dari kejaran wartawan ke lantai III disusul dengan Oktavianus. Dari pintu utama gedung KPK, staf Sekjen KPU Mubari diperiksa dengan didampingi Kepala Biro Hukum Hitler Marpaung. Mereka langsung naik ke lantai III gedung KPK. Pemeriksaan hingga kini masih berlangsung.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%