detikcom

Minggu, 02/01/2005 16:23 WIB

Kasus Penembakan di Hilton

Adiguna Sutowo Ditahan

Dadan Kuswaraharja - detikNews
Jakarta - Adiguna Sutowo, anak Ibnu Sutowo yang juga adik pengusaha Pontjo Sutowo, Minggu (2/1/2005) pukul 15.55 WIB digelandang masuk tahanan. Adiguna yang diduga pelaku penembakan pelayan bar Fluid Club, Hotel Hilton Yohanes Brachmans Haerudy Natong, dimasukan ke ruang tahanan Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Dia dibawa masuk ke ruang tahanan oleh anggota Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Namun sejauh ini belum ada pernyataan resmi baik dari pengacara maupun polisi mengenai status penahanan Adiguna Sutowo. Adiguna saat digelandang ke ruang tahanan mengenakan kaos warna abu-abu dan celana training. Muka adiguna tampak lusuh dan tertunduk saat digelandang. Saat digelandang tangannya tampak terlipat ke belakang, dan pegang oleh petugas kepolisian. Dia digelandang setelah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Satuan Jatantras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya secara maraton. Dia diperiksa sejak Sabtu (1/1/2005) malam.
(mar/)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%