Detik.com News
Detik.com
Minggu, 02/01/2005 16:23 WIB

Kasus Penembakan di Hilton

Adiguna Sutowo Ditahan

Dadan Kuswaraharja - detikNews
Jakarta - Adiguna Sutowo, anak Ibnu Sutowo yang juga adik pengusaha Pontjo Sutowo, Minggu (2/1/2005) pukul 15.55 WIB digelandang masuk tahanan. Adiguna yang diduga pelaku penembakan pelayan bar Fluid Club, Hotel Hilton Yohanes Brachmans Haerudy Natong, dimasukan ke ruang tahanan Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Dia dibawa masuk ke ruang tahanan oleh anggota Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Namun sejauh ini belum ada pernyataan resmi baik dari pengacara maupun polisi mengenai status penahanan Adiguna Sutowo. Adiguna saat digelandang ke ruang tahanan mengenakan kaos warna abu-abu dan celana training. Muka adiguna tampak lusuh dan tertunduk saat digelandang. Saat digelandang tangannya tampak terlipat ke belakang, dan pegang oleh petugas kepolisian. Dia digelandang setelah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Satuan Jatantras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya secara maraton. Dia diperiksa sejak Sabtu (1/1/2005) malam.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mar/)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%