detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 14:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 21/05/2004 12:31 WIB

Ditanya Jumlah Istrinya, Hamzah Haz Menyebut Dua

Danang Sangga Buwana - detikNews
Jakarta - Wapres Hamzah Haz mengaku beristri dua. Padahal dalam biografinya jelas-jelas istrinya berjumlah tiga. Hal itu mengemuka dalam pengambilan gambar "Kupas Tuntas Calon Presiden" yang secara bergiliran menghadirkan dialog para capres dengan publik. Nah, hari ini giliran Hamzah Haz yang diambil gambarnya untuk ditayangkan pada Senin malam (24/5/2004) di TransTV. Pengambilan gambar bertempat di kantor Wapres, Jl.Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/5/2004). Dialog itu diikuti oleh puluhan orang dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga eksekutif. Nah, salah seorang peserta dialog, Nurandini, mengajukan pertanyaan pada Hamzah. Mahasiswa IPB semester X itu bertanya, "Istri Bapak sebenarnya berapa?" Pertanyaan ini langsung disambut tawa hadirin. Hamzah hanya mesem saja. Hamzah yang mengenakan setelan jas itu menjawab,"Ya seperti di riwayat itu." Nurandini menimpali,"Jadi dua, Pak?" Hamzah menjawab lagi,"Ya, itulah." Pahadal di riwayat hidup Hamzah Haz jelas-jelas tercantum bahwa istri Hamzah ada 3 orang, Hajjah Asmaniyah, berputra 9 orang. Kedua, Hajjah Titin Kartini, berputra 3 orang dan ketiga, Soraya memiliki 3 anak. Gagal Selain ditanya soal istri, Hamzah juga dicecar dengan opini publik bahwa dia sebagai Ketum PPP telah gagal karena dalam pemilu legislatif, perolehan suara PPP anjlok. "Ya sebenarnya perolehan partai turun semua. Saya rasa saya tidak gagal," jawab Hamzah. Hamzah juga ditanya tentang prestasi pemerintah selama 3 tahun ini. "Pemerintah cukup berhasil, ada banyak kemajuan dari tahun ke tahun. Paling tidak, dapat melaksanakan APBN. Dan itu adalah prestasi tim," ujarnya. Hamzah juga ditanya tentang gagalnya koalisi dengan Mega. "Sebetulnya itu sudah ada komitmen jauh-jauh sebelumnya dengan PDIP sambil menungggu perolehan suara pada pemilu lalu. Itu juga dikukuhkan dalam Rakernas PIDP, dimana hanya satu nama, Hamzah Haz. Namun setelah Rakernas PDIP, muncul nama lain, Pak Hasyim. Akhirnya saya anjurkan untuk memilih Pak Hasyim," demikian Hamzah.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nrl/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%