Bos Restoran di Bogor Meninggal karena Corona, Sebelumnya Gelar Kawinan

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 13:19 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Satu keluarga pemilik restoran di Bantarjati, Kota Bogor, terinfeksi COVID-19 dan sang ayah yang merupakan bos restoran meninggal. Keluarga ini pernah menggelar resepsi pernikahan di restoran tersebut.

"Kan gini, ini juga ternyata beberapa waktu lalu mereka (1 keluarga bos restoran) mengadakan kegiatan ngunduh mantu. Kawinan, kawinan, ngunduh mantu. Di restoran itu (saat melaksanakan ngunduh mantu)," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Dedie mengungkapkan kegiatan resepsi pernikahan ini digelar sebelum ayah dinyatakan positif COVID-19. "Sebelum, sebelum (acara digelar sebelum ayah dinyatakan positif COVID-19)," lanjutnya.

Dia mengatakan ada 17 orang yang diketahui pernah melakukan kontak erat dengan 1 keluarga ini. Dikarenakan ada acara ngunduh mantu, lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan tracing lagi.

"Iya, kita baru tau juga (1 keluarga ini menggelar resepsi). Makanya kita lagi coba ngelist lagi. Siapa lagi nih yang kira-kira berkontak erat dengan keluarga tersebut," ungkapnya.

Dedie menambahkan ada 8 orang dari keluarga ini yang terinfeksi COVID-19 ini. Keluarga ayah yang positif terinfeksi virus Corona menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Sebagian lainnya, ada juga yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Untuk pegawai restoran, belum ada ayah yang terinfeksi virus Corona. Dia mengungkapkan sang ayah yang merupakan pemilik Rumah Makan Pondok Bahrein, di Jalan Pandawa Raya, Bogor Utara, meninggal dunia pagi tadi.

"Hari ini yang pemiliknya (bos restoran) meninggal. Iya hari ini tadi pagi (ayah dari 1 keluarga di Bantarjati meninggal) di RSUD Kota Bogor," ungkap Dedie.

Dia pun mengatakan restoran ayah menjadi klaster penyebaran COVID-19 ditutup sementara selama 14 hari. Pemkot Bogor pun saat ini masih menunggu hasil swab test ke pegawai restoran tersebut.

"Sudah kita lakukan penyemprotan (disinfektan), nah 2 hari yang lalu. Nanti paling kita akan lakukan lagi pengecekan, yang pasti restoran itu ditutup sampai 14 hari ke depan. Tetapi karena yang terjangkit ini cukup banyak, kita lihat perkembangan situasinya seperti apa," ucapnya.

Tonton video 'WHO: Efek Pandemi Corona Terasa Hingga Puluhan Tahun ke Depan':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)