Pimpinan MPR Kritik Kepala BPIP yang Bicara 'Agama Musuh Pancasila'

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 11:02 WIB
Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 dipimping oleh Ahmad Basarah (PDIP), Bambang Soesatyo (Golkar), Ahmad Muzani (Gerindra), Lestari Moerdijat (NasDem), Jazilul Fawaid (PKB), Syarief Hasan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Arsul Sani (PPP), dan Fadel Muhammad (DPD).
Foto: Arsul Sani (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengkritik pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi soal agama menjadi musuh terbesar Pancasila. Arsul mengingatkan agar Yudian tak membuat pernyataan kontroversial dan memintanya mencontoh Presiden Sukarno.

"Kepala BPIP untuk mencontoh Bung Karno. Meskipun Bung Karno disimbolkan sebagai tokoh nasionalis, namun pernyataan-pernyataannya tentang Pancasila, Islam, dan negara tidak kontroversial sehingga relatif bisa diterima oleh kalangan Islam," kata Arsul kepada wartawan, Rabu (12/2/2020).



Menurut Arsul, yang dibutuhkan dari pimpinan BPIP adalah konsep dan aplikasi membumikan Pancasila bukan pernyataan yang memberi ruang untuk menghadapkan agama dengan Pancasila. Arsul juga mengingatkan agar pejabat di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghilangkan cap 'anti-Islam' yang banyak diberikan.

"Oleh karena semua pejabat pemerintahan perlu menyadari agar labelling seperti itu (anti-Islam) agar hilang di periode Pak Jokowi yang kedua ini. Salah satu caranya adalah dengan menjauhkan diri dari pernyataan kontroversial yang membuka kembali ruang menghadapkan agama dengan Pancasila dan negara," ujar Arsul.

Lebih lanjut, Sekjen PPP itu menyarankan agar BPIP bekerja sama dengan MPR untuk membumikan Pancasila. Salah satunya, bagaimana membuat konsep yang menarik untuk sosialisasi 4 Pilar MPR kepada kalangan milenial.



"Lebih baik BPIP bekerja sama, bahu membahu dengan MPR RI untuk mensosialisasikan 4 Pilar MPR atau konsensus bernegara dengan konsep-konsep yang lebih menarik bagi masyarakat, khususnya generasi milenial," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menyinggung kelompok minoritas yang ingin melawan Pancasila. Menurutnya, hal itu berbahaya.

"Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," papar Yudian.

Simak Video "Blak-blakan Kepala BPIP: Jihad Pertahankan NKRI"

[Gambas:Video 20detik]

(azr/gbr)