DetikNews
Kamis 14 Juni 2018, 10:32 WIB

Sabuk LV AHY di Poster 'Kearifan Lokal' Ramai Dibahas, Ini Kata PD

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Sabuk LV AHY di Poster Kearifan Lokal Ramai Dibahas, Ini Kata PD Foto: Poster kampanye kearifan lokal AHY
Jakarta - Poster kampanye sektor ekonomi kreatif dan kearifan lokal dengan foto Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ramai dibahas. Penyebabnya, AHY memakai sabuk dengan kopel 'LV'.

Poster yang ramai dibahas itu beredar di Twitter. Ada tulisan 'Pemimpin Milenial Harus Pahami Potensi Sektor Ekonomi Kreatif & Menghargai Kearifan Lokal' beserta tagar #JanganDiam dan #DoSomething.

AHY tampak memakai peci hitam, kemeja biru, celana abu-abu dengan sabuk hitam berkopel LV. 'LV' dikenal sebagai singkatan dari Louis Vuitton yang merupakan merek asal Perancis. Ada logo 'Demokrat Siap' dan akun media sosial 'AHY For All'.



Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean lalu memberi penjelasan soal poster itu. Kearifan lokal yang dimaksud adalah potensi suatu daerah yang perlu dikembanngkan untuk peningkatan ekonomi dan harus jadi sumbu utama ekonomi kreatif.

"Misalnya, Papua dengan koteka yang khas, maka ekonomi kreatif Papua harus menjadikan koteka sebagai salah satu sumbu utama ekonomi kreatif yaitu memproduksi koteka untuk dijual sebagai souvenir. Nah, untuk kampanye koteka, apakah AHY harus pakai koteka? Itu yang harus dipahami. AHY bicara dalam tataran gagasan dan tujuannya untuk kebijakan," papar Ferdinand kepada wartawan, Kamis (14/6/2018).

Menurut Ferdinand, kampanye kearifan lokal tidak seharus menggunakan barang lokal. Kampanye kearifan lokal yang disampaikan AHY ada pada pokok pikiran yang bertujuan jadi kebijakan.

"AHY juga tidak sedang kampanye atau mengiklankan produk lokal sehingga tidak masalah menggunakan baju kemeja sepatu sabuk produk mancanegara. Jangan terlalu lebay mengkritik yang tidak substantif atau mengkritik pribadi seseorang. Kalau mau kritik, kritik saja gagasannya, adu debat, bukan ngomongin sabuk dan baju," paparnya.



Ferdinand meyakini ada kekhawatiran dan ketakutan dari pendukung penguasa sehingga meributkan hal remeh temeh. Kritik tidak lagi kepada hal-hal substansial.

"Nyinyir tentang sabuk dan baju AHY tersebut hanya sebuah upaya menjatuhkan AHY dari terus meningkatnya elektabilitas politiknya. Sepertinya ada yang kuatir dan ketakutan terutama pendukung penguasa," ungkap Ferdinand.
(imk/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed