DetikNews
Selasa 20 Juni 2017, 03:30 WIB

Cerita Sejoli di Balik Pembangunan Tol Pemalang-Batang

Audrey Santoso - detikNews
Cerita Sejoli di Balik Pembangunan Tol Pemalang-Batang Udin Cahyono, mandor yang tetap romantis di tengah proyek tol (Audrey Santoso/detikcom)
Pemalang - Di tengah proyek pembangunan tol fungsional Pemalang-Batang (PBTR), terselip kisah romantis. Adalah Udin Cahyono (42), mandor Unit Pekerjaan (UP) Jembatan Widodaren, Kabupaten Pemalang, yang selalu ditemani istrinya, Siti Muawanah (41), saat bekerja.

Meski lokasi kerja Udin berada di luar ruangan, dengan kondisi berdebu, panas saat siang, dingin saat malam dan hujan, Siti selalu menunggu Udin melaksanakan tugasnya hingga selesai.

"Oh nggak ganggu (istri ikut ke lokasi kerja, red). Sudah dua bulan terakhir ini (istri mendampingi, red). Saya enjoy saja, artinya di saat punya tantangan yang berat, bahkan meski harus sampai pagi, ada yang menemani," kata Udin ketika ditemui detikcom di Jembatan Widodaren, Kabupaten Pemalang, Minggu (11/6/2017).

Seperti saat ditemui detikcom, Siti sedang berdiri di samping mobil Udin, sambil memandangi suaminya yang sedang memberi instruksi kepada para pekerja lainnya. Sayangnya Siti pemalu sehingga tak mau diwawancarai.

"Dia paling pindah tidur saja di mobil. Kadang saya lagi awasi pengecoran, ya dia juga ikut menemani padahal bisa setengah hari," imbuh dia.

Sudah dua bulan dia terlibat dalam pembangunan jembatan sepanjang 50,8 meter dengan lebar 26 meter persegi itu. Udin bertanggung jawab atas kinerja 44 kuli bangunan yang terlibat dalam konstruksi jembatan.

"Sejak sudah ada rencananya tol dibuka fungsional, kita kerjanya uber-uberan (kejar-kejaran, red) dengan waktu yang sudah mepet, dengan keadaan di lapangan yang tadinya minus progres, harus ke plus. Mandor harus datangkan tenaga sebanyak-banyaknya," ungkap Udin.

Udin mengaku tak pernah terpisah dari perempuan yang dinikahinya 1993 silam itu. Perempuan yang memberinya dua anak, selalu membayangi kemanapun Udin melangkah. Udin melanjutkan, tak ada rasa risih sama sekali saat Siti menonton aktivitas kerjanya.

"Nemeninnya continue. Intinya di setiap saya keluar dari pintu untuk menjalankan tugas di proyek, istri selalu ada," terang Udin.

Sebaliknya, dia ingin Siti tahu bagaimana jerih payahnya mencari nafkah untuk Siti dan kedua anak mereka. "Di situ istri bisa membayangkan jerih payahnya seorang laki-laki yang pangkujiwo terhadap keluarga, istilahnya kalau orang Jawa bilang. Dengan kayak gini istri bisa merasakan jerih payah suami di proyek," sambung dia.


(aud/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed