DetikNews
Rabu 18 Januari 2017, 20:05 WIB

141 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Bos Travel di Semarang Ditangkap

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
141 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Bos Travel di Semarang Ditangkap Bos travel ditangkap polisi (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Seorang pria pimpinan biro perjalanan haji dan umrah ditangkap tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang terkait kasus penipuan terhadap ratusan calon jemaah haji dan umrah. Sebelum ditangkap di Apartemen Tamansari, Bandung, Jawa Barat, pria tersebut sebelumnya melarikan diri.

Pria bernama Eko Agung Rahardjo itu mengaku bingung, kemudian kabur karena tidak bisa memberangkatkan calon jemaah haji dan umrah seperti yang dijanjikannya. Eko ditangkap pada Senin (16/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Setidaknya ada 141 calon jemaah umrah dan 3 calon jemaah haji yang sudah melaporkan ke kepolisian karena tertipu dengan janji Eko.

"Kami mengamankan tersangka penipuan dengan modus menjanjikan calon jemaah umrah dan haji. Menjanjikan bisa memberangkatkan. Tidak jadi berangkat. Pelapor ada 141 jemaah umrah dan 3 orang calon haji," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji di kantornya, Rabu (18/1/2017).

Kerugian jemaah akibat aksi pelaku ditaksir mencapai Rp 3 miliar. Pelaku beraksi sejak Maret 2016 hingga Desember 2016 di kantornya, yaitu Biro Penyelenggara Perjalanan Haji dan Umroh PT Arminareka Perdana, Jalan Wolter Monginsidi Nomor 6 dan PT Rihlah Alatas Wisata di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 18-19 Semarang, Jawa Tengah.

Polisi tangkap bos travel di SemarangPolisi menangkap bos travel di Semarang (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)


Pengakuan Eko, Februari tahun lalu dia mulai membuka harga Rp 13,5 juta sampai Rp 16,5 juta untuk perjalanan umrah. Kemudian, banyak agen biro haji dan umrah yang tertarik dan akhirnya terkumpul 89 agen yang dikelolanya dari berbagai daerah.

"Bulan November kemarin sudah memberangkatkan 500 jemaah umrah," kata Eko di hadapan petugas.

Namun ia mengakui usahanya itu menggunakan sistem tambal sulam, yaitu uang dari orang-orang baru digunakan untuk menutup kekurangan jemaah sebelumnya yang siap berangkat.

Ia berkilah sudah memberikan solusi kepada agen namun tidak berjalan lancar. Hingga akhirnya, ketika dia memiliki masalah untuk menutup biaya perjalanan jemaah baru, ternyata Eko lebih memilih kabur dan membawa sisa uang yang sudah dipegangnya.

"Saya bingung. Saya di Bandung tinggal di apartemen, sewa, sebulan Rp 3 juta," ujar Eko.

Pria yang sudah umrah tiga kali itu juga mengakui biaya operasional kantor dan aset berupa rumah di Semarang seharga Rp 300 juta dibeli menggunakan uang dari jemaah yang mendaftar. Ia mengaku siap bertanggung jawab dengan menyerahkan asetnya itu.

"Saya uang nggak ada, aset ada," tuturnya.

Akibat perbuatannya, banyak orang yang berniat beribadah menjadi tertunda, bahkan kehilangan uang cukup banyak. Eko dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang Penipuan.

"Ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara," kata Abiyoso.
(alg/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed