DetikNews
Jumat 21 Oktober 2016, 22:25 WIB

Gelar Konferensi Pers, Kuasa Hukum 'Asli' Bawa 2 Pengikut Setia Dimas Kanjeng

Nathania Riris Michiko - detikNews
Gelar Konferensi Pers, Kuasa Hukum Asli Bawa 2 Pengikut Setia Dimas Kanjeng Foto: Nathania Riris Michiko/detikcom
Jakarta - Kuasa hukum Dimas Kanjeng menggelar konferensi pers terkait kebenaran kasus penggandaan uang yang menimpa pemilik padepokan tersebut. Mengaku sebagai kuasa hukum yang sesungguhnya, Hendy Indraguna membantah bahwa kliennya telah melakukan penipuan dan percaya pada kemampuan gaib Dimas Kanjeng.

"Banyak sekali gosip mengaku-ngaku, yang asli kuasa hukumnya adalah kami, kami akan tunjukkan kuasa yang asli dari Kanjeng Dimas baik dari kasus penipuannya maupun pembunuhannya," kata Hendry Indraguna di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/10/2016).

Hendry menyebutkan bahwa hasil investigasi kuasa hukum Dimas Kanjeng selama 10 hari sangat berbeda dengan pemberitaan di media massa. Meski tidak bicara hal gaib, namun pihak Hendry meyakini apa yang dilakukan Dimas Kanjeng adalah benar dan bukan tipuan.

"Hari ini kita akan memberitahukan bahwa menurut hasil investigasi di lapangan tidak seperti yang diberitakan selama ini tapi kami sebagai pengacara tidak boleh mengatakan tentang goib karena nanti kami dibilang pengacara gila, ah pengacara itu membela yang bayar," kata Hendry.

Tak sendiri, dalam konferensi pers tersebut Hendry membawa serta pengikut setia Dimas Kanjeng bergelar Sultan Agung, yaitu Ibu Hasmiati dan Robi Darmawan. Meski awalnya takut diperiksa polisi namun Hendry berhasil meyakinkan mereka untuk datang ke konferensi pers tersebut.

"Kami pastikan mereka yang lihat langsung prosesi tentang pengadaan uang, emas-emasan dan masih banyak lagi yang mereka lihat dan mereka bisa bersumpah demi Allah dia bersumpah dan sampai hari ini mereka mengatakan 100% mereka percaya pada Kanjeng karena Allah," ungkap Hendry.

Hendry pun mempersilakan bagi para media apabila ada yang ingin bertanya langsung tersebut mengenai prosesi pengadaan uang, berlian hingga motor pada kedua Sultan Agung.

"Semua para santri mereka mau bicara apa adanya tapi takut biarlah sekarang mereka yang bicara lansung membuktikan bahwa tidak seperti yang ada di media," kata Hendry.
(jor/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed