detikNews
Kamis 20 Oktober 2016, 15:52 WIB

Panasnya Pilgub DKI

Begini Simulasi Bila Agus, Anies, atau Ahok Diadu di Putaran Kedua

Andhika Prasetia - detikNews
Begini Simulasi Bila Agus, Anies, atau Ahok Diadu di Putaran Kedua Foto: Ilustrator Mindra Purnomo
Jakarta - Dengan adanya 3 pasangan bakal calon, Pilgub DKI 2017 diprediksi bakal berlangsung dua putaran. Bagaimana elektabilitas masing-masing pasangan calon bila diadu head to head di putaran kedua?

Saiful Mujani Research Center (SMRC) melakukan survei elektabilitas para calon bila Pilgub DKI 2017 dilakukan saat ini. Responden juga diminta menyuarakan pilihan apabila hanya ada dua calon di antara Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, atau Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

"Simulasi dua pasangan: Ahok-Djarot 49,5%, Agus-Sylvi 35,1%, belum jawab 15,4%," kata Direktur SMRC, Sirojudin Abbas dalam rilis Survei SMRC di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

Bagaimana bila Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang melenggang ke putaran kedua? Ternyata Ahok-Djarot tetap unggul.

"Simulasi dua pasangan: Anies-Sandi 36,9%, Ahok-Djarot 47,9%, tidak jawab 15,1%," jelasnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika petahana Ahok-Djarot gagal di putaran pertama. Siapa di antara Agus-Sylvi dan Anies-Sandi yang bisa meraup suara?

"Simulasi 2 pasangan: Agus-Sylvi 37,2%, Anies-Sandi 34%, tidak jawab 28,8%," ungkap Sirajudin.

Di survei yang dipublikasikan SMRC, elektabilitas Agus-Sylvi memang merangkak naik dan menyalip Anies-Sandi. Meski begitu, semua kemungkinan masih terbuka apalagi terkait satu atau dua putaran.

"Masih ada kemungkinan berjalan 1 putaran, 2 putaran juga masih ada. Sekarang simulasi pada keadaan terkini dahulu," ujar Sirojudin.

Penelitian dilakukan pada 1-9 Oktober 2016. Populasi survei adalah warga DKI yang sudah berusia di atas 17 tahun. Dalam survei ini, jumlah sampel acak sebanyak 810 orang yang dipilih secara multistage random sampling.

Responden diwawancara secara tatap muka dan margin of error sebesar 3,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Quality control dilakukan secara random ke 20% secara random terhadap total sampel. Dalam quality control, tak ditemukan kesalahan berarti.
(imk/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +