DetikNews
Kamis 01 September 2016, 14:47 WIB

KPK Telisik Peran Hakim Tinggi Karel Tuppu di Balik Vonis Saipul Jamil

Dhani Irawan - detikNews
KPK Telisik Peran Hakim Tinggi Karel Tuppu di Balik Vonis Saipul Jamil Karel Tuppu lari-lari kecil meninggalkan gedung KPK (dhani/detikcom)
Jakarta - Karel Tuppu yang saat ini aktif sebagai hakim tinggi di Pengadilan Tinggi (PT) Bandung disebut namanya dalam surat dakwaan KPK untuk perkara suap pengaturan vonis kasus pencabulan Saipul Jamil. Peran Karel diungkap jelas yaitu mengarahkan istrinya, Berthanatalia Ruruk Kariman menemui hakim Ifa Sudewi agar vonis terhadap Saipul Jamil bisa diatur.

"Nanti kita lihat fakta-fakta yang muncul di persidangan untuk menilai apakah dapat dilakukan pendalaman dan pengembangan," ucap Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis (1/9/2016).

Karel sebenarnya pernah dipanggil penyidik KPK saat proses penyidikan perkara tersebut. Saat itu Karel lebih banyak menghindar usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus yang menjerat Berthanatalia yang tak lain adalah istrinya tersebut.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan penuntut umum KPK di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Rabu kemarin, Karel menelepon Bertha sekitar bulan Mei 2016 dan mengarahkan istrinya untuk menemui Ifa Sudewi. Karel bertujuan agar Bertha bisa berkomunikasi dengan Ifa soal perkara yang ditanganinya yaitu kasus pencabulan yang dilakukan Saipul Jamil.

"Pada 10 Mei 2016 menjelang sidang pembacaan eksepsi, terdakwa I (Bertha) menerima telepon dari suaminya, Karel Tuppu, yang menanyakan persidangan perkara atas nama Saipul Jamil dan menyampaikan agar terdakwa I menemui Ifa Sudewi untuk meminta bantuan perkara Saipul Jamil," ucap penuntut umum KPK, Dzakirul Fikri.

Tujuan Bertha untuk menemui Ifa yaitu untuk mengatur besaran vonis yang akan diterima Saipul Jamil. Sebelumnya pun Bertha telah berkongkalikong dengan panitera sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) bernama Rohadi yang juga telah dijadikan tersangka oleh KPK.

Ifa yang saat itu merupakan Wakil Ketua PN Jakut memang menjadi ketua majelis hakim perkara Saipul Jamil. Bertha sempat melobi Ifa untuk urusan penangguhan penahanan dan putusan sela. Namun Ifa mengaku tidak bisa mengabulkan penangguhan penahanan, sedang bisa membantu di putusan akhir nanti.

Dalam perjalanannya, Bertha juga terus berkomunikasi dengan rekannya yaitu Kasman Sangaji dan kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah. Keduanya pun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Namun permainan kotor itu telah dicium KPK yang akhirnya mencokok Rohadi, Bertha, Kasman, dan Samsul. Mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dagang perkara di PN Jakut. Sementara peran Karel dan Ifa masih terus didalami KPK dalam perkembangannya di persidangan nanti.
(dha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed