Bahaya Jual Beli Ijazah

Sanksi Bagi PNS Pengguna Ijazah Palsu: Jabatan Dicopot dan Pangkat Turun

- detikNews
Jumat, 29 Mei 2015 11:57 WIB
Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menindaklanjuti temuan praktik jual beli ijazah Kemristek Dikti. MenPANRB menerbitkan surat edaran pemberian sanksi bari PNS, dan juga TNI-Polri, yang ketahuan menggunakan ijazah palsu untuk kenaikan pangkat.

"Kami sudah keluarkan edaran KemenPAN kepada seluruh kementerian yang ada, baik juga TNI dan Polri.
Jadi, bagi PNS yang terbukti menggunakan ijazah palsu, maka otomatis sanksinya akan dicopot dari jabatan lalu diturunkan pangkatnya satu tingkat," kata MenPANRB Yuddy Chrisnandi di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Yuddy menegaskan PNS tidak akan dipecat karena penggunaan ijazah palsu. Alasannya, para PNS ini sudah berbakti kepada negara.

"Tapi mereka menyalahgunakan kewenangan dan diragukan integritasnya, maka sanksinya sanksi administratif. Kalau misalnya eselon satu langsung dicabut jabatannya, kan langsung jadi kiamat kecil dan jadi itulah yang akan dilakukan," ujar politikus Hanura ini.

Surat Edaran ini tak hanya untuk PNS di kementerian, tapi juga para "abdi negara" di daerah. Yuddy juga mengharapkan kerja sama pihak kepolisian untuk menumpas kampus-kampus bodong penyedia ijazah palsu dan membuka praktik jual beli ijazah.

"Ini era revolusi mental dan karakter, kita yang ingin memperbaiki mindsetnya, kita menginginkan pejabat-pejabat negara yang berkualitas, berintegritas dan harus jujur," ujar Yuddy.



(Ahmad Toriq/Nurul Hidayati)