SMS Esek-esek

Menguak Prostitusi Terselubung di Balik SMS Cabul

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 13 Mei 2015 11:27 WIB
Jakarta - Penelusuran terhadap nomor SMS cabul membawa percakapan ke pintu prostitusi online. Benarkah kencan seluler bisa berujung transaksi seks nyata di ranjang?

Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (13/5) kemarin detikcom menindaklanjuti SMS cabul dengan menelepon nomor premium yang tercantum di SMS. Nomor premium yang dihubungi adalah 08091111XXX. Suara seorang perempuan menjawab. Berikut tanya (T) dan jawab (J) detikcom dengan perempuan yang menyahut dari ujung telepon:

T : Hallo sayang
J : Iya.. ada yang bisa dibantu.
T : Dengan siapa ini?
J : Dinda mas, lagi ngapain?
T : Ini baru saja sampai di kos-kosan sambil rebahan
J : Oh sama siapa, sendiri?
T : Iya, kalau situ lagi ngapain?
J : Lagi duduk-duduk saja. Mas lagi butuh teman ya?
T : Hehe..hehe.. iya. Bisa nemenin?
J : Iya kali aja bisa bantu
T : Dinda posisinya di mana?
J : Saya di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kalau masnya?
T : Saya di Jakarta Selatan. Situ bisa membantu apa saja?
J : Apa saja, masnya maunya apa?
T : Kalau lebih dari curhat bisa nggak?
J : Bisa dong, maunya apa?
T : Eh..maaf nih maaf. Kalau ngajak situ saya harus bayar berapa?
J : Menurut mas berapa, kira-kira?
T : Situ cantik nggak?
J : Dijamin deh.
T : Jadi berapa, Rp 300 ribu
J : hahahahaha...
T ; Malah tertawa, kan cuma nebak-nebak. Jadinya berapa?
J : Rp 1.500.000
T : Wah itu untuk berapa lama?
J : Satu malam, dijamin puas deh
T : Bisa gaya apa saja?
J : Gaya apa saja bisa, dijamin puas.. Kalau nggak puas bayar separuh.
T : Kalau nggak puas uang kembali ya..
J : Hahahaha
T : Kalau gitu bagi nomor Hp ya
J : Ini aja deh nomor PIN BB

Nah, dari percakapan itu, pin BB yang diberikan lalu di-add. Tak lama kemudian permintaan pertemanan di BBM disetujui oleh pemilik PIN. Profil picture PIN itu menunjukkan foto seorang wanita cantik, namun namanya bukan Dinda, seperti yang diakui ditelepon.

"Itu nama online aku," ujar perempuan tersebut.

Percakapan berlanjut ke arah kemungkinan untuk membooking perempuan tersebut. Namun ternyata tak mudah. Percakapannya dibuat berbelit-belit. Perempuan itu pun meminta sejumlah syarat. Namun angka Rp 1.500.000 juga sudah disepakati.

"Minggu (aku kosong). Tapi ada persyaratannya," kata perempuan tersebut.

Saat ditanya soal apa saja persyaratannya, perempuan di ujung BBM kembali berbelit-belit. Lalu akhirnya tak menjawab BBM.

Jika memang SMS cabul ini bisa berujung prostitusi online, sudahkah penegak hukum mengambil tindakan?

(tor/nrl)