Kampung Arifin Ilham Diserang

Hendropriyono Pernah Ingatkan Potensi Konflik Sunni-Syiah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 12 Feb 2015 12:50 WIB
Jakarta -

Kampung Majelis Az-Zikra asuhan dai kondang Arifin Ilham diserang sekelompok preman pada Rabu (11/2) malam. Menag Lukman Hakim Saifuddin menduga ada pihak ketiga yang mencoba membenturkan umat Islam dari kalangan sunni dan syiah. Ancaman adanya konflik sunni dan syiah semacam ini pernah diperingatkan oleh eks Kepala BIN Hendropriyono.

Hendropriyono menyampaikan pentingnya antisipasi terhadap ancaman konflik tersebut dalam pesan tertulis kepada wartawan pada Jumat 23 Januari 2015.

"Mari kita bersatu kembali, menghadapi ancaman terhadap bangsa yang sudah di depan mata. Ancaman tersebut adalah infiltrasi radikalisme global dan konflik horizontal, antara kaum Sunni dan Syi'ah. Hanya dengan persatuan langkah politik dan hukum, ancaman tersebut bisa kita hadapi bersama," pesan Hendropriyono.

Pesan tersebut adalah bagian kesimpulan dari pesan panjang satu-satunya guru besar di bidang intelijen di Indonesia itu. Hendro mengawali siaran pers tersebut dengan seruannya agar Komjen Budi Gunawan segera dilantik sebagai Kapolri. Menurutnya, itu kebijakan paling arif.

"Kebijakan yang paling arif adalah segera saja lantik Budi Gunawan sebagai Kapolri, karena itu merupakan penyelesaian politik," ujar orang dekat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu.

Kepala BIN di masa Presiden Megawati ini menilai, pelantikan Komjen Budi Gunawan merupakan solusi dari polemik cicak vs buaya jilid III. Menurutnya, permasalahan yang harus diselesaikan adalah persoalan politik dan hukum.

"Berlarut-larutnya penyelesaian membuat terjadinya pembunuhan karakter dari masing-masing yang bertikai. Masyarakat kita yang paternalistik ini menjadi bingung, sehingga dapat memicu terjadinya kegoncangan sosial. Dalam realitas yang goncang itu, hukum praktis akan kehilangan daya rekatnya,"papar pria 69 tahun ini.

Menurutnya, setelah Komjen BG dilantik sebagai Kapolri, proses berikutnya adalah selesaikan hukum sebagaimana mestinya. "Karena hukum toh tidak mengenal diskriminasi," argumennya.

Arifin Ilham lewat akun Facebooknya menyebut penyerang datang pada Rabu (11/2) malam. "Segerombolan preman yang dipimpin oleh seseorang yang mengaku Habib Ibrahim menganiaya dan menculik penegak syariah Az-Zikra Bang Faisal," jelas Arifin Ilham seperti dikutip detikcom, Kamis (12/2).

Menurut Arifin, para penyerang ini marah dan meminta spanduk penolakan atas paham Syiah sesat yang dipasang di kampung Az-Zikra diturunkan.

"Kami meminta aparat penegak hukum tegas atas gerombolan itu. Insya Allah kami taat hukum dan tidak akan anarkis," jelas Arifin.

(van/nrl)