Kronologi Pengeroyokan 2 Perwira Polri oleh Puluhan Oknum TNI Versi Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 08 Feb 2015 20:09 WIB
Jakarta -

Dua orang perwira Polri, Kompol Budi Hermanto (Pamen Polri) dan Kompol Teuku Arsya Khadafi dikeroyok puluhan anggota TNI Angkatan Laut yang sedang melakukan razia di Bengkel Cafe, SCBD, Jaksel. Akibat insiden itu, Arsya mengalami luka paling parah.

"Arsya saat ini di opname di rumah sakit karena mengalami luka patah tulang rusuk," ungkap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto kepada detikcom, Minggu (8/2/2015).

Heru menjelaskan, peristiwa terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2015 dini hari (sebelumnya ditulis Jumat dini hari). Menurut Heru, Arsya dan Budi serta Iptu Rovan saat itu datang ke lokasi untuk melaksanakan tugas dan membawa Sprint dari Kapolri.

Berikut kronologi lengkap pengeroyokan terhadap Kompol Arsya berdasar keterangan Heru:

Pukul 00.45 WIB

Sekitar 30 personel TNI AL (versi Kadispenal Laksamana Pertama Manahan Simorangkir 45 personel) datang ke kafe tersebut untuk melaksanakan razia. Mereka mendatangi ruangan di mana Kompol Budi, Kompol Arsya dan Iptu Rovan sedang melaksanakan tugas. Saat personil TNI AL datang, laptop anggota polisi tersebut dalam keadaan menyala.

Ketiga anggota polisi kemudian diperiksa dan diminta menunjukkan kartu identitas. Pada saat itu Arsya mengatakan bahwa ia adalah anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas. Arsya kemudian meminta bertemu dengan perwira yang memimpin operasi tersebut.

Namun anggota TNI AL memaksa Arsya menunjukkan Kartu Tanda Identitas (KTA) Polri dan mencoba merampas tas miliknya yang berisi Sprintgas dan pistol. Arsya kemudian bertahan dan menanyakan surat tugas razia tersebut.

Anggota tersebut keluar, lalu datang Mayor T yang mengaku sebagai Wadanops. Arsya kemudian memberi penjelasan kepada Mayor T terkait keberadaan ia dan rekan-rekannya di situ.

Beberapa menit setelah Mayor T keluar, situasi terkendali. Saat itu Kompol Budi pergi ke toilet. Kemudian tidak lama datang kolonel TNI yang memimpin razia dan masuk ke dalam ruangan dan menggedor-gedor toilet.

Salah seorang anggota POM AL ada yang berteriak 'itu di dalam mau membuang narkoba' dan serentak beberapa anggota berusahan mendobrak pintu kamar mandi. Kompol Arsya berusaha menengahi namun karena ada provokasi sehingga ia dipukuli sampai jatuh pingsan.

Arsya kemudian diborgol dan dimasukan ke dalam truk untuk selanjutnya dibawa ke POM AL. Di lorong menuju keluar Bengkel Cafe, Arsya tetap dipukuli dalam keadaan terborgol. Dadanya juga ditendang sejumlah oknum TNI menggunakan sepatu lars hingga mengalami patah tulang rusuk.

Namun sebelum dibawa ke POM AL, Arsya dibawa keliling diskotik di kawasan Senayan dan Kemang.

04.30 WIB

Arsya dan Budi tiba di POM AL. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Heru Pranoto kemudian menjemputnya. Persoalan selesai ketika kedua pihak saling bermaafan. Namun menurut Heru persoalan tidak selesai sampai situ. Pihaknya membawa hal itu ke ranah hukum. Pihaknya telah melaporkan oknum TNI AL ke SPK Polda Metro Jaya untuk kemudian berkasnya diserahkan ke POM AL.


(mei/rvk)