AirAsia Rute Surabaya-Singapura Dibekukan

Kemenhub Beberkan Terkuaknya Jadwal Terbang 'Terlarang' AirAsia

- detikNews
Senin, 05 Jan 2015 12:19 WIB
Konferensi pers di Kemenhub (Foto:Rivki/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perhubungan menjelaskan akar masalah terungkapnya jadwal terbang di luar izin AirAsia yang berujung pada pembekuan rute Surabaya-Singapura. Awal mula masalah izin ini terungkap karena adanya kecelakaan AirAsia QZ8501 yang terbang pada hari hari Minggu.

"Pernyataan Angkasa Pura I di Surabaya bahwa jadwal terbang AirAsia (QZ8501) dimajukan, ternyata kami pelajari rute penerbangan hari Minggu tidak ada," kata Plt Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murdjatmodjo dalam jumpa pers di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (5/1/2014) pukul 11.30 WIB.

Kemenhub lalu mengecek dokumen perizinan, di sana tercatat tanggal 28 Desember Indonesia AirAsia (IAA) pernah mengajukan perubahan jadwal. Namun pengajuan itu ditolak Kemenhub karena AirAsia sudah melakukan pelanggaran.

"Setelah kejadian perubahan jadwal (di lapangan), baru diajukan (izin perubahan), kan tidak bisa. Itu sudah kejadian 2 bulan, jadi tidak bisa kami berikan izin, kan sudah pelanggaran," jelas Djoko.

Mengetahui adanya pelanggaran izin terbang, Kemenhub lalu membekukan rute Surabaya-Singapura pada 2 Januari 2015 lalu. Pembekuan ini bersifat sementara hingga hasil investigas masalah ini selesai.

Kecelakaan AirAsia QZ 8501 terjadi pada Minggu, 28 Desember 2014 pagi. Sesuai dengan jadwal, pesawat seharusnya berangkat pada pukul 07.30 WIB. Namun dimajukan dua jam menjadi pukul 05.20 WIB. Setelah diselidiki, ternyata AirAsia tidak punya izin untuk terbang pada hari Minggu. Kemenhub sedang menginvestigasi bagaimana bisa jadwal ini berubah. Sedangkan AirAsia merasa tidak melanggar izin terbang rute.




(slm/nrl)