Merasakan Terbang Selama 3 Jam dengan Pesawat Angkut Militer

- detikNews
Kamis, 04 Des 2014 15:18 WIB
Herianto/detikcom
Jakarta -

Pesawat angkut TNI AU jenis CN-295 yang dipiloti Kapten Pnb Okvan mendarat dengan sangat mulus di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Puluhan wartawan dari berbagai media nasional yang jadi penumpang pun bertepuk tangan riuh.

detikcom bersama puluhan awak media nasional berkumpul di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (4/12/2014). Setelah itu, semua masuk ke dalam pesawat untuk terbang ke Batam.

Pesawat yang digunakan merupakan jenis CN-295 warna hijau loreng tentara. Seluruh penumpang masuk ke dalam melalui bagian ekor pesawat buatan Spanyol itu.

Interior pesawat TNI AU ini berbeda dengan pesawat komersil. Kursi penumpang saling berhadap-hadapan, dan ada jaring warna merah untuk menyangga tubuh. Kapasitas angkutnya sekitar 70 orang.

Tak ada pramugari cantik tentunya di pesawat ini, karena biasa digunakan untuk mengangkut tentara. Tapi yang mengasyikkan, tempat duduknya tak sempit. Bahkan beberapa wartawan tampak menyelonjorkan kakinya.

AC atau pendingin udara pesawat ini juga sangat dingin. Beberapa wartawan tampak memakai jaketnya untuk menghangatkan badan, kemudian tidur sepanjang perjalanan.

Di dalam pesawat itu juga ada 2 buah tali sling yang memanjang untuk berpegang jika tentara TNI AU berdiri. Beberapa wartawan tampak antusias mencoba berdiri sambil berpegangan di tali itu.

Selama penerbangan, pesawat mulus terbang meski cuaca hujan di beberapa area. Suara mesin pesawat yang keras menderu mengawal sepanjang perjalanan. Laut dan gugusan pulau kecil jadi pemandangan dari atas pesawat jelang pendaratan di Batam.

Perlahan pesawat turun rendah di landasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. Lalu mendarat dengan sangat mulus. Para wartawan pun bertepuk tangan karena mulusnya pendaratan itu. Waktu terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma ke tempat itu sendiri memakan waktu 3 jam.

Turun dari pesawat, sang pilot Kapten Pnb Okvan dan co-pilotnya Kapten Pnb Ari W menyalami dan menyapa wartawan dengan ramah. Ditanya apa rahasianya bisa mendarat mulus, Okvan merendah.

"Rejeki dari Tuhan aja. Yang penting kita selamat sampai tujuan," kata Okvan seraya tersenyum.

(bar/vid)