JK: Tidak Mudah Jadi Warga Negara Malaysia

- detikNews
Jumat, 14 Nov 2014 15:17 WIB
Jakarta - Kabar menyedihkan datang dari Nunukan, Kalimantan Utara. Ada sebagian warga desa di perbatasan provinsi tersebut yang memilih jadi warga negara Malaysia. Namun menurut Wakil Presiden Jusuf kalla (JK), justru tidaklah mudah menjadi warga negara Malaysia.

"Di Malaysia sebenarnya tidakla mudah orang menjadi warga negara Malaysia," ujar JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2014).

JK mengakui perbatasan di Nunukan dan Malaysia banyak dihuni oleh warga keturunan Sulawesi Selatan yang berpindah akibat pemberontakan DI/TII di masa lalu. Generasi pertama yang berpindah ke Nunukan tetap menjadi warga negara Indonesia.

"Yang pindah warga negara itu generasi kedua, generasi pertama tidak. Karena mereka lahir di situ sekolah di situ kemudian jadi warga negara. Karena tidak mudah anda langsung datang kemudian jadi warga negara, di sini aja susah, apalagi Malaysia, daerahnya terbatas," terangnya.

Namun JK juga menilai tidak ada masalah jika WNI bekerja di Malaysia seperti yang dilakukan WNI lainnya di negara-negara lainnya.

"Oleh karena itu sekali lagi, umumnya keturunan kedua dan ketiga, yang baru-baru tidak," ucapnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Nunukan Ramli kaget ternyata banyak warga desa di perbatasan RI-Malaysia di Nunukan, Kalimantan Utara memilih menjadi warga Malaysia. Alasan mereka merasa lebih diperhatikan dan mendapat kesejahteraan.

"Mereka malah senang pindah ke Malaysia," imbuh politisi PAN tersebut.

Ramli yang berdialog dengan warga perbatasan, Rabu (12/11) pun hanya bisa geleng-geleng mendengar pengakuan itu. Memang, suplai barang dan pekerjaan lebih menjanjikan di Malaysia. Mereka mendapat gaji yang lumayan, belum lagi pendidikan anak-anak mereka bagus.

"Ada 10 desa yang sebagian penduduknya sudah menjadi WN Malaysia," tutup dia.

(fiq/rmd)