2 Aktivis LSM Ditahan karena Menghina Wali Kota Tegal Via Facebook

- detikNews
Jumat, 10 Okt 2014 16:52 WIB
Polisi menunjukkan print out postingan tersangka penghinaan wali kota Tegal (Foto: Angling AP/detikcom)
Semarang - Dua anggota LSM di Tegal harus berurusan dengan pihak kepolisian karena postingannya di jejaring sosial Facebook. Mereka ditangkap karena mencemarkan nama baik Wali Kota Tegal, Siti Masitha.

Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo penangkapan dua aktivis yaitu Agus Slamet (39) dari LSM Humanis dan Udin (41) dari LSM Amuk tersebut berdasarkan laporan teman wali kota Tegal, Amir Mirza Huatagalung, tanggal 2 September lalu.

"Ini berawal dari laporan masyarakat adanya pencemaran nama baik memakai akun Facebook terhadap pihak yang dirugikan, Wali Kota Tegal. Yang melapor rekan korban, Amir Mirza," kata Djoko di kantor Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Jalan Sukun Semarang, Jumat (10/10/2014).

Djoko menjelaskan, dua tersangka menggunakan modus operandi memposting foto dan komentar-komentar bermuatan penghinaan pencemaran nama baik di tiga akun Facebook.

"Posting dilakukan bulan Februari hingga September 2014," pungkasnya.

Dalam gelar perkara di Dit Reskrimsus Polda Jateng, tersangka memang tidak dihadirkan, namun polisi memperlihatkan hasil print out gambar yang dianggap menghina dan pada bagian kolom komentar ditutup warna biru muda. Salah satu gambar yang dianggap menghina adalah foto perempuan berbaju seksi dengan kepala mirip babi.

"Ada yang bilang kritik. Tapi ini bukan kritik lagi. Hasil penyelidikan memang benar konten penghinaan," ujar Djoko sambil menunjuk gambar itu.

Sejak penangkapan yang dilakukan hari Kamis (9/10) kemarin itu, lanjut Djoko, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk Wali Kota Tegal dan dua saksi ahli. Tersangka dijerat Pasal 45 ayat (1) juncto pasal 27 ayat (3) UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Sanksinya dipidana paling lama enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar," jelasnya.

Polisi juga mengamankan dua unit netbook, tiga unit handphone, tiga unit modem serta data digital. Sementara itu dua tersangka saat ini ditahan di Mapolda Jawa Tengah. Akun Facebook tersangka juga sudah diambil alih kepolisian agar tidak bisa dibuka lagi.

"Alasan penahanan karena diduga bisa melakukan tindak pidana lagi dan melarikan diri," tutup Djoko.

(alg/try)