5 Faktor yang Bikin Kubu Jokowi-JK Yakin Kalahkan Prabowo

- detikNews
Sabtu, 14 Jun 2014 00:46 WIB
Jakarta -

Tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yakin pasangan capres/cawapres nomor urut 2 itu bakal memenangi Pilpres. Ada 5 faktor yang dianggap menjadi kekuatan Jokowi-JK.

Keunggulan Jokowi-JK juga ditunjukkan dari hasil survei sejumlah lembaga survei menunjukkan dominasi pasangan yang diusung PDI Perjuangan, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI.

Anggota tim pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto menjelaskan kelima faktor tersebut. Pertama, dukungan ketua DPP Gerindra Muhammad Harris ke Jokowi.

"Dukungan Harris ini menjadi momentum rontoknya pertahanan Prabowo," kata Hasto yang menjadi jubir Jokowi-JK, Jumat (13/6/2014).

Dukungan Harris menurutnya berpengaruh terhadap kesolidan internal Gerindra mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. "Dari situlah dukungan dari dalam Gerindra ke Jokowi mengalir deras tanpa bisa dibendung lagi," ujarnya.

Kedua, pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang menyebut dirinya merogok kocek puluhan miliar untuk Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilgub DKI 2012.

"Padahal menurut Ahok dana itu dipakai untuk iklan Prabowo sendiri. Para investor pun menjadi ragu atas peran dominan kakak Prabowo ini mengisyaratkan bahwa Hasyim akan mengontrol sumber daya ekonomi strategis bangsa ini jika Prabowo jadi presiden," tutur Hasto.

Faktor ketiga terkait performa Prabowo dalam debat capres/cawapres. "Secara psikologis Prabowo telah kalah dengan Jokowi dan akan sulit untuk mengangkat kembali," imbuhnya.

Keempat, maraknya serangan negatif ke Jokowi termasuk yang diduga didalangi anggota dari salah satu sayap politik Gerindra.

"Bukti ini semakin kuat terhadap tuduhan bahwa tabloid Obor Rakyat yang menghebohkan dan memfitnah Jokowi secara keji diduga didalangi oleh mereka yang tidak ingin adanya pemimpin merakyat seperti Jokowi. Dari sinilah rakyat bersimpati bahwa Jokowi menjadi korban serangan hitam," lanjutnya.

Faktor kelima menyoal koalisi elite versus koalisi rakyat. Hasto menegaskan Jokowi-JK didukung ribuan relawan. Sedangkan Prabowo-Hatta didukung elite parpol dengan tawar menawar salah satunya adanya jabatan menteri utama.

"Dukungan seperti ini mudah ditinggalkan pendukungnya ketika jagonya tidak moncer lagi," ujar Hasto.

(fdn/fdn)