Pengamat: Kebijakan Mobil Murah Berbau Politik dan Bohongi Publik

- detikNews
Sabtu, 28 Sep 2013 12:41 WIB
Jakarta - Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Analis Kebijakan Publik Dinna Wisnu menilai kebijakan tersebut berbau politik yang akan menguntungkan pemerintah pusat di 2014 nanti.

"Siapa yang diuntungkan (dari kebijakan LCGC ini)? Ya pemerintah pusat sekarang. Apalagi jelang tahun politik," ujar Dinna dalam diskusi Polemik yang bertemakan 'Mobil Murah Diuji, Transportasi Layak Dinanti' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2013).

Dinna mengatakan, saat ini pemerintah tampak ingin mendorong masyarakat Indonesia dari berbagai elemen membeli mobil agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat.

"Pertumbuhan ekonomi itu kan dari konsumsi-konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat. Tapi ini jadi masalah, untuk pemerintah baru nanti yang akan terpilih. Yang baru yang akan membereskan," ujar Dinna.

Dinna mengatakan, selain berbau politik kebijakan LCGC ini juga sebagai kebohongan publik yang nantinya akan merugikan masyarakat Indonesia. "Sekarang yang penting konsisten meningkatkan produktivitas untuk mengeskpor barang. Biarkan soal pertumbuhan ekonomi jadi tanggung jawab pemerintah," imbuh Dinna.

(spt/mok)