Catatan dari 1st ICID, Den Haag

Menteri Ploumen Banggakan PPI Belanda

- detikNews
Selasa, 17 Sep 2013 23:53 WIB
Den Haag - Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Belanda Elisabeth Maria Josepha (Lilianne) Ploumen membanggakan PPI Belanda, cabang tertua organisasi pelajar Indonesia di luar negeri.

Ploumen menyatakan hal itu saat menyampaikan keynote speech pada 1st International Conference on Indonesian Development (ICID) 2013 di kampus Institute of Social Studies (ISS), Den Haag 13-14 September 2013.

"Saya bangga bahwa cabang tertua dari PPI ada di Negeri Belanda, dan bahwa generasi muda Indonesia giat belajar di sini," ujar Ploumen.

Pemilik nama lengkap Elisabeth Maria Josepha Ploumen, alumnus Erasmus University itu juga mengapresiasi bahwa generasi muda Indonesia dan Belanda masih aktif mendiskusikan isu-isu sosial kemasyarakatan melalui konferensi seperti ini, lebih dari satu abad sejak ikatan luarbiasa dikembangkan pada abad ke-19.

"Lebih dari seabad lalu hubungan yang luarbiasa telah berkembang antara pegiat perempuan Stella Zeehandelaar dan Puteri Bangsawan Jawa R.A. Kartini. Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang' memuat korespondensi Kartini kepada Stella," ulas Ploumen.

Saat itu kedua generasi muda berbeda bangsa itu telah melakukan diskusi intelektual memikirkan kemanusiaan dan kemasyarakatan.

"Dalam salah satu surat pertamanya Kartini menulis, 'Saya begitu merindukan untuk berkenalan dengan gadis moderen, yang bekerja bukan hanya untuk kesejahteraan dan kebahagiaannya sendiri, tapi untuk kemaslahatan lebih besar bagi kemanusiaan'," imbuh Ploumen.

Dalam korespondensi berikutnya, kedua perempuan belia tersebut membahas tentang usia, hak-hak kaum perempuan, pekerjaan, dan perkawinan, yang juga merupakan topik hangat pada masa itu.

"Adalah menggembirakan untuk menyaksikan lebih dari satu abad kemudian pemuda Belanda dan Indonesia masih mendiskusikan isu-isu sosial," demikian Ploumen.

Para pembicara pada The 1st ICID 2013 adalah Felia Salim (Wakil Presiden Direktur BNI), Dr. Faisal Basri (UI), Dr. Warsito P Taruno (Ketua Masyarakat Ilmuan dan Teknologi Indonesia), Dr. Dessy Irawati, FeRSA (President of the International Association of Indonesian Scientist) Prof. Ben White (ISS), Dr. Howard Nicholas (ISS), Dr. Paul Benneworth (University of Twente), Dr. Roel Rutten (Tilburg University), Jan Fransen (Institute for Housing and Urban Development), (President of the International Association of Indonesian Scientist), Prof. Greg Barton (Monash University).

Pada acara penutupan Dubes RI Den Haag Retno L.P Marsudi menyoroti pentingnya pendidikan sebagai lokomotif pembangunan dan berharap generasi muda Indonesia bangga menjadi bangsa Indonesia dan siap untuk memberikan kontribusi kepada Indonesia dan dunia.

Selain menyelenggarakan diskusi, kegiatan ini juga menyelenggarakan kompetisi essay, kompetisi video klip dan Jinggle BNI. Pemenang kompetisi essay pada The 1st ICID adalah Agung Yoga Sembada (Juara I), I Made Andi Arsana (Juara II) dan Tanita Dhiyaan (Juara III).

Sementara untuk kategori jinggle (Juara I), Jefry Albari Tribowo, Sindy Ernawati (Juara II), Erwin Suryajaya (Juara III),  dan untuk kategori video klip : Ryvo Octaviano (Juara I) dan Hanif Ibadurrahman & Meivi Indira (Juara II). 
(es/es)