Laporan dari ISS, Den Haag

ICID Penghubung Gagasan dan Pengetahuan Pembangunan RI

- detikNews
Jumat, 13 Sep 2013 16:41 WIB
Den Haag - Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda) untuk pertama kali menggelar 1st International Conference on Indonesia Development (ICID) 2013 di Institute of Social Studies, Erasmus University, Den Haag, Belanda, dimulai hari ini, Jumat sampai Sabtu 14 September 2013.

"Konferensi ini dirancang sebagai penghubung gagasan dan pengetahuan mengenai masalah-masalah pembangunan Indonesia antara para pembuat kebijakan, para sarjana, profesional dan masyarakat," ujar Sekretaris Jenderal PPI Belanda Ridwansyah Yusuf Achmad kepada detikcom sesaat sebelum konferensi dibuka.

Menurut Yusuf, terdapat 60 scientific paper yang akan dipresentasikan selama konferensi dua hari ini, dan juga akan hadir 100 observer yang akan bergabung dan meramaikan diskusi di dalam konferensi.

Menteri Perdagangan Internasional dan Kerjasama Pembangunan Kerajaan Belanda Lilianne Ploumen bersama dengan Wakil Menteri PPN/BAPPENAS Dr. Lukita Dinarsyah Tuwo dan Wakil Direktur Utama BNI 46 Felia Salim akan menyampaikan keynote speech pada pembukaan ICID 2013 di Aula/Auditorium Institute of Social Studies.

Beberapa pakar terkemuka dunia telah mengkonfirmasi kehadiran mereka, antara lain Faisal Basri (University of Indonesia), Professor Greg Barton (Monash University Australia), Dr. Dessy Irawati, FeRSA (Presiden Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional), Dr. Warsito Taruno (Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia ).

Juga Prof. Leo de Haan (Rector of ISS Netherlands), Prof. Ben White (ISS), Dr. Howard Nicholas (ISS), Dr. Paul Benneworth (University of Twente), Dr. Roel Rutten (Tilburg University), dan Jan Fransen (Institute for Housing and Urban Development) akan berpartisipasi di ICID 2013.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Den Haag Bambang Hari Wibisono mengatakan konferensi ini akan menjembatani antara pemikiran ilmiah dan implementasi nyata di lapangan.

Menurut Atdikbud, antuasisme para pakar dan kalangan mahasiswa juga menunjukkan bahwa konferensi ini merupakan suatu konferensi yang berbobot.

"Kita mengharapkan pada waktu mendatang PPI Belanda senantiasa mengembangkan kegiatan serupa yang memang berorientasi pada upaya-upaya untuk membangun Indonesia," demikian Atdikbud.


(es/es)