Kalah di Parlemen, PDIP Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Hari Ini

- detikNews
Rabu, 19 Jun 2013 08:22 WIB
Ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Dalam sidang paripurna RAPBN-P 2013, PDIP menjadi partai paling keras menolak disahkannya RAPBN-P 2013 yang didalamnya ada dana kompensasi BBM. Perjuangan tak berhenti, PDIP hari ini turun ke jalan kembali suarakan penolakan kenaikan harga BBM.

"Saya sudah gunakan hak parlemen saya dan kalah, maka saya gunakan hak satunya perjuangan ekstra parlemen. Bukan hanya PDIP, tetapi bersama rakyat," kata Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning, kepada detikcom, Rabu (19/6/2013).

Menurut Ribka, PDIP prihatin dengan keputusan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM bersubsidi, karena kenaikan harga BBM berdampak besar pada kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi.

"Ini paling menyedihkan, nasib rakyat kok divoting (di paripurna). Ini tahun politik, jangan dong ketika butuh suara rakyat mengemis, tapi giliran menentukan nasib rakyat divoting. Kita tahu semua itu hanya drama!" kritiknya.

Pihaknya juga mengkritik Bantuan Langsung Sementara Masyarakat sebagai kompensasi naiknya harga BBM. Menurut Ribka, BLSM yang hanya diberikan 4 bulan tidak bisa menutup penderitaan rakyat miskin.

"Sebentar lagi hari raya puasa, lalu anak-anak masuk sekolah. Kalau buruh menuntut kenaikan 10 persen saja belum dipenuhi, harga sudah naik. Lalu BLSM ini hanya Rp 150 ribu per keluarga. Kalau satu keluarga ada 5 orang, artinya satu orang hanya dapat Rp. 30 ribu dan sebulan Rp. 1.000 pero orang. Makan apa Rp. 1.000 sebulan?" bebernya.

Aksi hari ini menurut Ribka, direncanakan akan digelar bersama puluhan ribu simpatisan dan kader PDIP serta masyarakat luas dimulai dari Tugu Proklamasi, di Jakarta Pusat.

"Kita kumpul dulu di Tugu Proklamasi, nanti lihat situasinya karena ini bukan hanya PDIP tapi ada warga lain yang ingin mengekspresikan penolakan kenaikan harga BBM," ucap ketua komisi IX DPR itu.


(bal/fdn)