Teroris Abu Roban dan Ambisi Menyatukan Eks Anggota JAT

Teroris Abu Roban dan Ambisi Menyatukan Eks Anggota JAT

- detikNews
Kamis, 16 Mei 2013 00:19 WIB
Jakarta - Abu Roban, teroris yang tewas di Batang Jawa Tengah pekan lalu, santer menjadi sorotan. Dia merupakan buron kepolisian karena keterlibatan aksi teror dan sejumlah perampokan. Abu Roban alias Bambang Nangka dan sederet nama alias lainnya, memiliki ambisi ingin menyatukan bekas anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) dan gerakan Mujahiddin lainnya ke dalam kelompok Mujahiddin Indonesia Barat (MIB).

Hal ini terungkap dalam dialog kepolisian yang dipimpin Wakil Kapolri Komjen Nanan Sukarna dan beberapa pimpinan media, di Graha CIMB, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013).

"Abu Roban ingin satukan ikhwan-ikhwan bekas anggota JAT dan kelompok Mujahidin lainnya yang miliki pemahaman sama tentang jihad," papar salah seorang tim Densus 88/Antiteror di hadapan perserta dialog, Rabu sore tadi.

Dari paparan tersebut diketahui bila jumlah organisasi berpaham ektrimis dengan pola gerakan bawah tanah itu memiliki jumlah keanggotaan sebanyak 60 orang. Mereka terbagi di beberapa wilayah di Indonesia seperti di Bandung, Jakarta, Jawa Tengah, dan Lampung.

"Abu Roban memiliki keinginan kuat mempersatukan kelompok Mujahidin yang ada di seluruh Indonesia dalam perjuangan menegakan daulah Islamiyah di Indonesia, dan menjadikan Indonesia negara Islam. Atas cita-cita tersebut Abu Roban membentuk MIB," terang personel kepolisian itu.

MIB sendiri diketahui berdiri di akhir tahun 2012 dan dideklarasikan di Gunung Kamojang, oleh 10 orang dan disepakati langsung oleh Abu Roban.

"Kelompok ini organisasi tertutup atau bawah tanah (tandzim sirri), sehingga antar anggota tidak saling kenal," katanya.

Kelompok di bawah komando Abu Roban sendiri telah mengirimkan beberapa 'utusannya' ke berbagai wilayah, seperti Makassar, NTB, dan Poso.

Di Makassar, kelompok ini bergabung dengan jaringan Abu Uswah, tewas dalam penyergapan Densus 88, dan membantu melakukan upaya pembunuhan terhadap gubernur Sulawesi Selatan. Diketahui upaya tersebut gagal setelah bom yang dilempar ke arah Gubernur tidak meledak.



(ahy/mpr)