Aceng Fikri Berharap Kasus Pencemaran Nama Baik Fany Dihentikan

- detikNews
Kamis, 09 Mei 2013 02:26 WIB
Jakarta - Mantan Bupati Garut Aceng Fikri dan kuasa hukumnya berharap kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap mantan istri sirinya, Fany Oktora dihentikan. Karena dinilai tidak ada bukti yang kuat untuk menjerat Aceng ke penjara.

Hal itu diungkapkan salah satu pengacara Aceng, Ahmad Rifai usai pemeriksaan di Mapolda Jabar, Rabu (8/5/2013) malam.

"Tidak ada alasan bagi penyidik untuk meneruskan kasus ini. Apalagi tidak ada unsur pidana, wajib menghentikan," ujarnya.

Menurutnya, perlu klarifikasi terkait pelaporan yang dilakukan oleh Fany Oktora.

"Perlu klarifikasi sehingga tidak ada yang dikorbankan. Publik juga harus tahu, tidak ada pelecehan seksual, tidak ada menceraikan lewat SMS. Selain itu Pak Aceng juga sudah memberi mahar sebesar Rp 150 juta," jelasnya.

Rekaman dan tayangan televisi juga dinilai tidak bisa dijadikan sebagai bukti kuat.

"Dalam tayangan televisi itu tidak ada nada penyerangan. Proses hukum ini harus dilakukan secara profesional. Harus SP3 kalau tidak ada bukti kuat," tutupnya.

Aceng menikahi Fany Oktora secara siri. Fany kemudian diceraikan melalui SMS setelah empat hari dinikahi. Kepada media Aceng mengungkapkan jika salah satu alasan dia menceraikan Fany karena mantan istrinya tersebut tidak perawan lagi. Hal inilah yang membuat pihak Fany merasa dirugikan. Fany pun bersumpah, saat malam pertama dengan Aceng, ia masih perawan.

(avi/rmd)