Pelatih Sepakbola WN Belanda Dideportasi Imigrasi

- detikNews
Rabu, 03 Apr 2013 08:33 WIB
Jakarta - Imigrasi Jakarta Selatan mengambil tindakan tegas. Seorang warga Belanda yang berprofesi sebagai pelatih sepakbola dideportasi. Warga Belanda itu menyalahi izin tinggal.

"Kantor Imigrasi Jakarta Selatan mendeportasi warga negara Belanda atas nama Robert Hulsebos karena diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal," jelas Kepala Kantor Imigrasi Jaksel Maryoto Sumadi dalam keterangannya, Rabu (3/4/2013).

Tindakan deportasi, lanjut Maryoto, akan dilakukan pagi ini melalui Bandara Soekarno-Hatta. Hulsebos diketahui masuk Indonesia pada 17 Januari 2013 melalui Bandara Soekarno Hatta dan keberadaannya di Indonesia menggunakan izin tinggal kunjungan yang berlaku sampai 17 Maret 2013, dengan penjamin Netherlands International School Jakarta.

"Pada hari Senin, tanggal 18 Maret 2013 Robert Hulsebos mengajukan permohonan perpanjangan izin tinggal kunjungan di kantor Imigrasi Jakarta Selatan dengan menggunakan sponsor Netherlands International School," jelas Maryoto.

Namun saat petugas Imigrasi melakukan penyelidikan atas kegiatan pria berusia 32 tahun itu, ternyata Hulsebos merupakan sukarelawan dalam bidang olahraga.

"Dia melatih sepakbola kepada anak-anak yang bersekolah di Netherlands International School untuk mengikuti liga antar sekolah International yang diadakan sejak bulan Februari 2013 sampai dengan bulan Maret 2013," jelas Maryoto.

Hulsebos melakukan kegiatan melatih teknik, kondisi, latihan permainan, evaluasi permainan dan memberikan support terhadap anak-anak. Menurut Hulsebos, kegiatan tersebut dilakukan 2 kali dalam setiap 1 minggu sejak Januari 2013.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hulsebos diduga keras melakukan pelanggaran keimigrasian sebagaimana dimaksud Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu melakukan penyalahgunaan izin tinggal dengan melakukan kegiatan melatih sepakbola terhadap anak-anak. Atas perbuatannya Hulsebos dikenakan tindakan administratif Keimigrasian berupa Deportasi," urainya.

(ndr/ndr)