TNI AL KRI Diponegoro 365 Kembali ke Lebanon untuk Misi Perdamaian

TNI AL KRI Diponegoro 365 Kembali ke Lebanon untuk Misi Perdamaian

- detikNews
Senin, 11 Mar 2013 09:50 WIB
(foto: Prins David-DetikNews)
(foto: Prins David-DetikNews)
Jakarta - Kapal perang terbaru TNI AL KRI Diponegoro 365 kembali dipercaya dunia internasional untuk melaksanakan misi perdamaian dunia di Lebanon. Kepergian kapal tempur buatan Belanda ini dilepas oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Kapal berjenis korvet kelas ship integrated geometrical modularity approach (SIGMA) ini mengangkut 100 prajurit TNI AL berangkat ke Lebanon dari Kolinlamil TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/3/2013).

Kapal ini memiliki berat 1.700 ton, dengan panjang 91 meter dan lebar 13 meter. Besarnya kapal ini mampu menjelajahi lautan dengan kecepatan hingga 28 knot. Kapal yang telah 5 kali bertugas di bawah bendera PBB ini membawa main gun 76 mm rudal self defence tetral, rudal anti kapal permukaan excocet MM 40 blok 2, torpedo 3A 244S mode II/MU, dan satu helikopter bolcow BO-10.

"Penugasan kapal perang TNI AL untuk bergabung dalam Satgas Maritim PBB kali ini merupakan kelima kalinya, sehingga selain membawa misi TNI, bangsa, dan negara dalam mengemban amanat konstitusi tentunya juga memiliki nilai dan dimensi politis serta diplomatis strategis bagi kredibilitas Indonesia di komunitas regional dan internasional," kata Kepala Dispenal Laksamana Pertama TNI Untung Suropati.

Kapal ini dilepas dengan upacara pelepasan yang dihadiri juga oleh Kepala Staff AL Laksamana TNI Marsetio, dan sejumlah kerabat prajurit. Sekitar pukul 09.00 WIB kapal mulai meninggalkan dermaga Kolinlamil di Tanjung Priok diiringi oleh lambaian tangan para kerabat prajurit.

Pemimpin kapal ini adalah Letkol Laut Hersan, dengan misi melaksanakan pengawasan perairan Lebanon melalui laut dan melaksanakan pengawasan perairan melalui udara dengan menggunakan helikopter.

"Hal ini disebabkan karena sejumlah Satgas Maritime Task Force UNIFIL, hanya dua negara yang menyertakan helikopter, salah satunya Indonesia," ujar Untung.

Sebelum KRI Diponegoro 365, tercatat sejumlah kapal perang Indonesia telah bertugas di Lebanon, seperti KRI Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367, dan KRI Frans Kaisepo 368.

KRI Diponegoro 365 ini akan melaksanakan misi internasional selama 6 bulan di Lebanon. "Terhitung sejak maret 2013 sampai dengan September 2013," tutup Untung.



(vid/fdn)