8 Kabupaten di NTT Terendam Banjir dan Diterjang Angin Kencang

- detikNews
Jumat, 01 Mar 2013 03:46 WIB
Jakarta - Sebanyak delapan kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) terendam banjir dan angin kencang. Hal ini disebabkan karena siklon Rusty yang berada di daratan Australia sebelah timur Port Hedland, yang mencapai kekuatan 165 km per jam.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan dampak siklon Rusty terjadi Kabupaten Manggarai Timur. Angin kencang melanda beberapa Desa atau kelurahan di Kecamatan Lambeleda dan Kecamatan Borong. 173 rumah dinyatakan rusak ringan hingga berat

"1 SD rusak berat," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (28/2/2013).

Di Kabupaten Lembata, banjir menggenangi 3 kecamatan, yakni Kecamatan Nuban Tukan, Naga Wutun, dan Leba Tukan, yang menyebabkan 700 jiwa mengungsi dan berdampak putusnya ruas jalan Lewopentun menuju Warawatun.

Angin kencang juga melanda dua kecamatan di Kabupaten Manggarai. Akibatnya 43 rumah warga mengalami rusak berat dan ringan. Sementara itu, hujan deras yang melanda wilayah ini menyebabkan banjir bandang akibat meluapnya kali Reo dan menggenangi pemukiman warga.

"Longsor menyebabkan Jalan Ruteng-Reo tidak dapat dilewati," jelas Sutopo.

Di Kabupaten Kupang, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Oe Uki di Kecamatan Amfoang Timur, 13 rumah terendam dan menewaskan tiga orang warga.

Banjir di sekitar sungai Benenain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, menyebabkan putusnya tanggul sepanjang 100 meter yang berdampak tergenangnya rumah penduduk di sembilan kecamatan, yaitu Desa Umatos, Lasaen, Fafoe, Sikun, Rabasahain, Oanmane, Motaulun dan Desa Umalor.

"Sebanyak 2.507 rumah terendam sehingga ribuan warga mengungsi. Banjir itu juga merendam sejumlah sarana umum, seperti sekolah, rumah ibadah, pondok bersalin desa (polindes), pasar desa, dan pos pelayanan terpadu (posyandu). Bahkan, jalan raya sepanjang 19,6 kilometer aksesnya terputus," terang Sutopo.

Banjir juga mengakibatkan Bendungan Alo, Kabupaten Ngada, Jebol dan menyebabkan ruas Jalan Waepana- Mbojang sepanjang 107 m putus total.
Di Kabupaten Ende, banjir memutuskan ruas jalan trans Flores dari Kota Ende menuju Maumere.

Di Kabupaten Sumba Timur, banjir merendam 35 rumah dan merusak 67 hektare lahan pertanian warga.

"Pendataan masih dilakukan," ujarnya.

Sutopo memperkirakan aktivitas siklon Rusty akan menurun dan punah dalam 24 jam ke depan. Siklon Rusty, jelas Sutopo, memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa, hujan dengan intensitas ringan-sedang di Jawa bagian tengah dan timur, Bali, NTB, dan NTT.
Lalu, gelombang dengan ketinggian 3-4 meter berpeluang terjadi di Laut Flores, Laut Sumbawa, Laut Sawu bagian utara, Laut Timor, Selat Sape. Selain itu, gelombang dengan ketinggian 4-6 meter berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga NTB, Perairan selatan P. Sumba, Laut Sawu bagian selatan, Perairan P. Sawu- P. Rote-selatan Kupang


(ahy/ahy)