Lapan: Hujan Meteor di Rusia Tidak Berdampak ke Indonesia

- detikNews
Sabtu, 16 Feb 2013 03:08 WIB
Foto: rt.com
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan hujan meteor yang menimpa Rusia Jumat (15/2) pagi tidak berdampak ke Indonesia. Asteroid raksasa 2012 DA14 melintas dekat dengan Bumi juga tidak mengancam Indonesia.

"Tidak ada kemungkinan melintasi Indonesia, tidak ada sama sekali implikasi ke Indonesia," kata Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Lapan, Thomas Djamaludin, pada detikcom, Jumat (15/2/2013).

Menurut Thomas, jalur lintasan meteor di Rusia berasal dari timur ke arah barat, sehingga jauh dari Indonesia. Sementara untuk asteroid 2012 DA14 memiliki jalur dari selatan ke utara, melintas di atas Indonesia.

"2012 DA14 dari selatan ke utara. Sedangkan yang di Rusia itu berdasarkan dari videonya, dari arah timur ke arah barat. Ukurannya pun yang jatuh di Rusia lebih kecil dari 2012 DA14," ujar Thomas.

Lebih jauh, Thomas menambahkan, meteor berukuran kecil masih mampu memberikan dampak destruktif yang cukup besar seperti di Rusia. Hal ini dikarenakan kecepatan meteor memasuki Bumi dan gaya gravitasi Bumi menghasilkan tekanan yang menimbulkan ledakan dengan sebutan sonicboom.

"Yang di Rusia itu dampak gelombang kejutnya, tapi tidak ada efek radiasi atau sejenisnya. Asteroid juga pada umumnya terdiri dari batuan, materialnya mirip dengan batuan di Bumi," ujar Thomas.

Seperti yang diketahui, hujan meteor terjadi di sejumlah wilayah di Rusia pada Jumat (15/2) pagi. Tumbukan meteor ini dengan permukaan bumi menimbulkan dentuman yang memecahkan kaca-kaca bangunan dan kendaraan. Hampir seribu warga dilaporkan terluka akibat pecahan tersebut.

(vid/trq)