Hari ke-74 Jokowi

Jepret! Jokowi Sentil Kasudin Sambil Pamer Foto Sampah & Taman Gersang

- detikNews
Jumat, 28 Des 2012 17:05 WIB
Jakarta - Setiap blusukan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) rupanya kerap mengabadikan gambar temuan fakta-fakta di lapangan. Foto-foto sampah, PKL, hingga taman gundul dipamerkan saat memberikan pengarahan.

Jokowi memberikan pengarahan kepada Wali Kota Jakarta Selatan M Anas Effendi dan jajarannya di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Jakarta, Jumat (28/12/2012).

Sang Wali Kota beserta jajarannya seperti lurah, camat, kepala suku dinas dan sebagainya terlihat serius mendengarkan arahan orang nomor satu di Jakarta tersebut.

Jokowi memberikan pengarahan mulai dari penataan kampung, banjir, sampah hingga PKL serta taman. Ia menekankan seorang pemimpin harus berani membuat terobosan demi perubahan.

"Kita masuk ke masalah penataan kampung. Bulan Januari ini, biar digodok dulu sama Dewan, biar disetujui. Satu, dua bulan ini, saya eksekusi (program). Kita harus bisa lihat risiko. Jadi pemimpin harus berani ambil risiko," kata Jokowi.

"Kayak masalah banjir ini, yang kemarin itu. Risikonya kalau nggak beres ya dicopot. Saya ini ke mana-mana bawa foto. Ke sini jepret...ke sana jepret," lanjut dia.

Suami Iriana itu kemudian menampilkan slide aneka gambar wajah Jakarta. Ada sekitar 10 gambar yang dipamerkan.

Jokowi menampilkan gambar gunungan sampah yang menghiasi pintu air, stasiun dan terminal di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

"Sampahnya sampai ada kasur, ada sofa. Jadi tolong dibersihkan. Mana Sudin Kebersihan? Coba dilihat, dicatat," perintah Jokowi.

Sarjana Kehutanan UGM ini berlanjut menampilkan foto-foto coretan-coretan di tembok di Jalan Casablanca, dan Mampang Atas.

Selanjutnya foto PKL yang menggelar dagangannya di bawah jembatan, dan pinggiran jalan.

"Kita yang mengatur, bukan mereka. Kalau sekarang dikit-dikit ke saya, waktu itu ada yang datang 700 PKL ke saya. Kalau di tempat yang benar ya saya bela. Kalau salah ya saya salahi," kata Jokowi dengan tegas.

Wali Kota Jaksel dan anak buahnya terlihat serius mendengarkan pengarahan Jokowi.

Jokowi kemudian menunjukkan foto-foto taman-taman gundul di Jakarta Selatan.

"Sudin Pertamanan ada nggak?" kata Jokowi.

"Ada Pak, siaaap...," jawab seseorang pria yang mengenakan batik warna merah dengan lantang sambil berdiri.

"Jangan siap saja. Anggarannya gede Rp 300 miliar. Tanaman jadi berapa banyak. Kalau menanam jangan yang murah-murah, pohon tela-telaan. Tanaman yang estetika. Jangan ambil yang Rp 400 harganya. Ambil yang Rp 300 ribu, Rp 400 ribu, Rp 500 ribu, Rp 600 ribu. Landscape digarap yang bagus. Kalau bagus kan semua tiru kita. Kita jadi barometer," papar Jokowi panjang lebar.

"Kalau yang kita tanam bakung-bakungan dan tela-telaan, nanti semua tiru kita," lanjut Jokowi disambut tawa para hadirin. Suasana sedikit mencair.

Menurut Jokowi, masalah tersebut merupakan tanggung jawab Sudin Pertamanan dan Satpol PP.

"Jangan kaget kalau saya bawa truk, saya naikkan sendiri, saya bersihkan, saya siap," kata Jokowi serius.

"Foto saya yang lagi ngangkut itu, saya kirim ke Sudin Kebersihan. Ya sudah bersih juga sudinnya (dicopot dari jabatannya)," kata Jokowi sambil tertawa dan hadirin pun turut tertawa.

Terakhir, Jokowi ingin sudin memberikan informasi kepada masyarakat Ibukota tentang Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang masih diproses.

"Tahun 2013, insya Allah semua selesai, harap sabar sedikit," ujar Jokowi.

Wali Kota Jakarta Selatan, M Anas Effendi meminta jajarannya bekerja keras menjalankan arahan Jokowi.

"Jadi kita harus laksanakan semua pengarahan Gubernur karena taruhannya kita (jabatannya). Ini bisa Anda duluan yang bisa dicopot daripada saya," kata Anas tersenyum dan disambut tawa hadirin.

"Iya Pak...Iya," sahut anak buahnya kompak.

Jokowi yang duduk di bangku juga ikutan mesam mesem.




(aan/nwk)