Situasi Suriah Genting, Pemulangan WNI Dipercepat

- detikNews
Jumat, 28 Des 2012 14:53 WIB
Jakarta - Situasi di Suriah semakin memburuk. Pemerintah pun mengambil langkah cepat. Seluruh WNI yang ada di sana segera dipulangkan. Mereka dipindahkan lebih dahulu dari markas perwakilan RI di Damaskus ke Beirut, Lebanon sebelum dipulangkan kembali ke Indonesia.

Seperti disampaikan Direktur Informasi dan Media Kemlu PLE Priatna, Jumat (28/12/12), sama seperti rute sebelumnya, pada proses repatriasi ke depan pemerintah tetap akan menggunakan rute Damaskus-Beirut-Jakarta.

Priatna juga menyampaikan, mengingat kondisi keamanan, meski administrasi kepulangan dan tiket kembali ke Indonesia masih dalam proses, semua WNI yang saat ini ada di penampungan KBRI Damaskus secara bertahap mulai dipindahkan ke Beirut.

"Jumlah mereka mencapai lebih dari 600 orang dan diperkirakan bertambah sejalan dengan peningkatan konflik di Suriah," imbuh Priatna.

Dalam keterangan yang disampaikan pihak Kemlu juga disebutkan, Duta Besar Dimas Samodra Rum menuturkan pihaknya telah siap dengan upaya dan langkah menyambut kedatangan WNI dari Suriah ini. Guna menyambut kehadiran 600 lebih WNI itu, KBRI akan memanfaatkan sebagian besar ruang kantor. Jika diperlukan, lanjutnya, KBRI akan menyewa apartemen untuk tempat tinggal mereka.

"Semua sumber daya KBRI dikerahkan untuk membantu proses pemulangan WNI. Karena sesuai arahan pimpinan Kemlu, proses pemulangan ini menjadi prioritas KBRI Beirut saat ini," ungkap Dimas.

Dimas menambahkan, sejumlah 156 WNI telah tiba di Beirut pada 24 Desember 2012 lalu. Dari jumlah ini, 70 orang akan diberangkatkan ke tanah air pada 26 Desember 2012. Setelah itu, gelombang berikutnya sejumlah 198 orang WNI akan tiba dari Suriah pada 28 Desember 2012.

Sementara itu, menunggu penyelesaian proses administrasi dan mendapatkan tiket ke tanah air pastinya akan memerlukan beberapa waktu. Karenanya KBRI Beirut telah melakukan pendekatan kepada Pemerintah Lebanon untuk mendapatkan visa masuk dengan masa tinggal yang lebih lama dari 2 x 24 jam.

"Hubungan baik dengan otoritas Lebanon telah membuahkan hasil berupa kesediaan pihak setempat untuk membantu proses pemberian visa dengan masa tinggal 10 hari hingga 1 bulan alias lebih panjang dari fasilitas visa yang mereka berikan sebelumnya," tegas Dimas.

Sebelumnya, sampai dengan 24 Desember 2012, Pemerintah RI secara bertahap juga telah memulangkan sejumlah 633 orang WNI di Suriah melalui rute Damaskus-Beirut-Jakarta.

Pendekatan yang dilakukan KBRI telah membuat Pemerintah Lebanon memberikan fasilitas visa untuk masa tinggal selama 2 x 24 jam secara gratis kepada WNI yang dibagi ke dalam 14 gelombang penerbangan.

Untuk visa dengan masa tinggal lebih dari 2 x 24 jam, Pemerintah Lebanon menerapkan biaya. "Visa transit berdurasi 10 hari misalnya, biaya visa perorang mencapai LBP 25.000 (+Rp. 158 ribu) dan durasi tinggal 30 hari mencapai LBP 50.000 (+ Rp. 316 ribu)," jelas Dimas.

Untuk menampung WNI yang datang ke Beirut juga, pihak KBRI sudah menyiapkan berbagai macam peralatan termasuk selimut, kasur, pembuatan sekat-sekat di dalam kantor guna difungsikan sebagai tempat tidur yang nyaman.

"Stok makanan pokok dan logistik lainnya juga kami tingkatkan untuk mendukung keberadaan WNI di KBRI Beirut," terang R.A. Arief yang juga menjabat Kepala Kanselerai dan Counselor Politik ini.

(gah/ndr)