Korban Ombak Parangtritis Gara-gara Bola Sepak Berhasil Dievakuasi

- detikNews
Jumat, 28 Des 2012 09:22 WIB
Foto: muhammad afifi/detikcom
Jakarta - Setelah dinyatakan hilang selama dua hari, Prihandoyo (13), korban tergulung ombak pantai Parangtritis, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan tim SAR sekitar 1,5 km dari pantai Parang Endok dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (28/12/2012) dini hari.

Tim SAR gabungan yang rencananya akan melakukan evakuasi pada Jumat pagi ini akhirnya mengambil tindakan lebih cepat.

"Setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi, akhirnya kita memutuskan untuk melakukan evakuasi secepatnya saat gelombang surut. Pertimbangannya, kalau harus menunggu pagi kita khawatir ombak pasang dan kita gagal lagi seperti Kamis sore kemarin," kata Sekretaris SAR Bantul, Taufik F Usman.

Menurut Taufik, kalau terjadi gelombang pasang proses evakuasi harus menggunakan kapal atau turun menggunakan tali. Dengan kondisi korban yang terjepit karang proses evakuasi akan sangat sulit dan membahayakan personel SAR.

"Lokasinya itu kalau surut bisa dilalui dengan jalan kaki. Maka sekitar pukul 02.00 dini hari sejumlah personel SAR merapat ke Pantai Parang Endok. Nah, saat gelombang surut SAR langsung menyisir dengan berjalan kaki dan berhasil menemukan korban sekitar 1,5 km dari pantai Parang Endok" tambah pria berkacamata ini.

Proses evakuasi siswa SMP 1 Tawangmangu itu berlangsung sekitar satu setengah jam dan berhasil dibawa ke posko SAR sekitar pukul 03.30 WIB.

"Setelah dilakukan identifikasi oleh polisi dan tim medis, kita pastikan itu adalah Pihandoyo lalu kita serahkan ke pihak keluarga," kata Taufik.

Prihandoyo hilang tergulung ombak Pantai Parangtritis saat berusaha mengambil bola sepak yang terlempar ke air dan terbawa gelombang. Namun saat sedang berenang datang ombak besar hingga membuatnya terseret. Enam temannya yang berusaha menolong justru ikut terseret meski akhirnya berhasil diselamatkan Tim SAR.

Korban selanjutnya dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan di Desa Banjarsari, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

(try/try)