Laporan dari Utrecht

PPI Belanda Ajak Pemuda Jujur dan Berani Demi Indonesia Hari Ini

- detikNews
Minggu, 28 Okt 2012 19:21 WIB
Utrecht - Tidak sedikit putra-putri bangsa yang berprestasi di berbagai belahan dunia, namun mereka tidak mendapat tempat dalam kehidupan bangsa Indonesia. Korupsi adalah akar masalahnya.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda Ridwansyah Yusuf Achmad kepada detikcom seusai diskusi Lingkar Inspirasi untuk refleksi Sumpah Pemuda di Utrecht (28/10/2012).

PPI Belanda menyadari semangat zaman yang penting untuk dimiliki, khususnya oleh generasi muda, agar bisa menjawab segala tantangan dan permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.

Indonesia bukan hanya memiliki kekayaan alam berlimpah, tapi juga kekayaan budaya, sejarah hebat, serta sumber daya manusia potensial.

Tidak sedikit putra-putri bangsa yang hari ini berprestasi dan berbuat banyak di berbagai belahan dunia, namun sekarang semua kekuatan dan potensi itu seolah tidak menemukan tempatnya di realita kehidupan bangsa Indonesia.

PPI Belanda melihat bahwa korupsi adalah akar masalah yang merusak dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan bangsa.

Karena korupsi rencana dan kebijakan dibuat asal-asalan, aturan dan hukum dilanggar, pembangunan jadi terhambat, hak-hak rakyat tidak tertunaikan, dan disintegrasi bangsa mengancam.

PPI Belanda mengajak seluruh generasi muda agar menjadikan kejujuran sebagai nilai yang dijunjung tinggi. Kejujuran sebagai semangat zaman yang akan menjadi episentrum perubahan menuju Indonesia bermartabat.

Mengajak seluruh generasi muda untuk berani memelopori perubahan dengan kebersamaan, sebab dengan kebersamaan maka perubahan akan menjadi lebih kuat lagi. Keberanian itu diaktualisasikan dalam semua konteks, baik dalam menawarkan ide dan solusi, menjadi trendsetter kebaikan, maupun keberanian mewujudkan cita-cita.

PPI Belanda melihat Sumpah Pemuda 1928 adalah semangat zaman putra-putri Indonesia yang menjadi inspirasi bagi kerja-kerja luar biasa dan berbuah kemerdekaan di tahun 1945. Saat itu isu persatuan nasional menjadi tantangan utama bagi bangsa yang sedang mencari identitasnya dan mempertegas jati dirinya.

Semangat zaman adalah immaterial resource yang jauh lebih hebat dari sekedar modal materi dan kekayaan alam. Sebab sekedar materi tanpa semangat dan ruh tidak akan membawa perubahan signifikan bagi nasib suatu bangsa.

Ini adalah zaman di mana segenap rakyat Indonesia sangat merindukan kehadiran pemimpin bersih dan jujur. PPI Belanda menyadari bahwa pemimpin jujur bukan sesuatu yang turun dari langit. Pemimpin seperti itu akan dilahirkan dari keinginan dan perjuangan sungguh-sungguh untuk kehidupan yang jujur. (es/es)