Pakai Istilah Asing, Foke: Saya Gunakan yang Familiar bagi Warga DKI

Debat Pilgub DKI

Pakai Istilah Asing, Foke: Saya Gunakan yang Familiar bagi Warga DKI

- detikNews
Jumat, 14 Sep 2012 21:02 WIB
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke) menegaskan bahwa tidak benar kalau pasar di DKI banyak yang kumuh. Menurutnya, kepedulian Pemprov DKI terhadap pasar tradisional selama dipimpin oleh dirinya, sudah sangat tinggi.

"Soal pasar, kita sudah memberi peluang dan sudah terbukti pedagang pasar di DKI bisa menjadi mitra dengan PD Pasar Jaya," ujar Foke dalam acara debat visi dan misi yang diselenggarakan oleh KPU DKI Jakarta di Grand Melia Hotel Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (17/9/2012).

Foke pun mengatakan tidak benar jika selama ini pembangunan di DKI hanya berpihak kepada orang kaya.

"Tidak benar kalau pembangunan hanya berpihak kepada mereka yang mampu, tidak benar juga kalau seluruh pasar di DKI kumuh. Bisa keliling dan anda buktikan," tegas Foke.

Dalam pemaparan visi misi ini, Foke juga acap kali menggunakan istilah asing, seprti Pro Job, Pro Poor dan Pro Growth. Foke sempat bilang minta maaf jika dia banyak menggunakan istilkah yang akrab dengan warga DKI saat ini.

"Maaf kalau saya banyak menggunakan istilah yang akrab dengan warga DKI seperti Pro Job, Pro Poor dan Pro Growth," kata Foke.

Foke menjelaskan, pro growth memiliki makna berpihak pada pengembangan pembangunan.

Sementara itu, Pro poor berarti keberpihakan pada warga miskin. Foke menegaskan bahwa orang miskin harus mendapat haknya baik meminta atau tidak. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk menjamin hak warga miskin terpenuhi.

"Terkait angka kemiskinan, meskipun saya belum puas. Memang masih banyak orang miskin di DKI. Dan kami terus menekan angka kemiskinan dan terbukti angka kemiskinan di Jakarta merupakan yang paling rendah di Indonesia. Tapi dengan kriteria hitungan yang bener ya. Di setiap harta yang kita miliki, ada hak orang miskin di situ, baik yang meminta maupun tidak," ujar Foke.

Sedangkan Pro Job, yaitu, untuk meningkatkan daya hidup masyarakat maka program ekonomi dan kesejahteraan masyarakat harus pro job. Angka pengangguran terus menurun karena lapangan kerja di Jakarta semakin terbuka.

"Pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Tanpa pertumbuhan sebesar itu takkan mungkin menciptakan lapangan kerja seperti ini," jelasnya.

"Bahkan pendapatan per kapita warga Jakarta meningkat sampai 11.000 dollar Amerika dari sekitar 6000 dollar Amerika," tandasnya.

Foke pun kembali menegaskan bahwa apa yang dilakukannya selama ini adalah suatu bukti, bukan hanya lip service.

"Kita memberikan pendidikan gratis, sekarang sudah 12 tahun di Jakarta. Kemudian terkait pelayanan kesehatan, kita bukan hanya lip service, itu sudah kita lakukan," kata Foke.



(jor/fjp)