Gerindra: Kader PKS Akan Memilih Jokowi

- detikNews
Kamis, 19 Jul 2012 09:07 WIB
Jakarta - Berbeda dengan Partai Demokrat, Partai Gerindra yakin kader PKS akan memilih Jokowi-Ahok di putaran kedua Pilgub DKI. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya, apa saja?

"PKS saya yakin akan pilih Jokowi. Akal sehat saya mengatakan PKS, kader-kader dan pendukungnya cenderung akan memilih Jokowi," kata anggota Dewan Pembina Gerindra, Martin Hutabarat, Kamis (19/7/2012).

Martin menyebut ada 4 alasan kuat pendukung PKS akan memilih Jokowi. Salah satunya slogan PKS bersih yang tentu sama dengan kampanye Jokowi bebas korupsi.

"Ada 4 alasannya. Pertama, jati diri PKS sebenarnya partai bersih. Slogan bersih-bersih itulah yang membuat PKS meningkat suaranya pada pemilu 2004 yg lalu. Kedua, PKS sudah dua kali bertanding dengan Foke. Pada Pilkada 5 tahun lalu, PKS mengusung Adang Daradjatun. Hal ini menunjukkan ada perbedaan mengenai visi pembangunan DKI Jakarta ke depan antara keduanya," papar Martin.

Sekjen PKS Anis Matta juga pernah mengatakan PKS pernah mendukung Jokowi di Solo. Menurut Martin kedekatan PKS dengan Jokowi sudah sejak lama terjalin.

"Ketiga, hubungan antara PKS dan Jokowi cukup dekat, terbukti PKS juga ikut mendukung Jokowi pada Pilkada Solo dan Hidayat bahkan ikut kampanye untuk Jokowi. Keempat, PKS juga sangat mencermati trend perubahan yang muncul sekarang, di mana rakyat sudah diubun-ubun gondoknya melihat korupsi yang begitu meluas di negara kita, dan ingin melakukan perbaikan itu melalui Ibukota, Jakarta,"lanjutnya.

Karena itu Gerindra yakin Jokowi bisa menang di putaran kedua. Karena pemilih yang memiliki idealisme akan mendorong perubahan Jakarta.

"Keinginan melakukan perubahan ini yang membuat Jokowi bisa menang pada putaran pertama. Melihat atas kenyataan itu saya tidak yakin PKS melupakan idealisme dan soal strategis hanya karena masalah taktis dan pragmatis. Saya yakin PKS, tokoh-tokohnya, kader-kader, pendukung dan simpatisannya akan cenderung memilih Jokowi pada putaran kedua nanti. Ini sudah hati dan akal sehat yang berbicara,"pungkasnya.

(van/mad)