Jakarta - Kegiatan ibadah jemaat HKBP Filadelfia, Jejalen Jaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi dijaga 402 personel gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrok antara masyarakat dengan jemaat.
"Personel kita ada 402. Itu gabungan dari Polres Kabupaten Bekasi, jajaran Polsek, Polda, diback-up TNI dan Satpol PP," kata Kapolsek Tambun Kompol Andri Ananta saat dihubungi detikcom, Kamis (17/5/2012).
Andri menjelaskan jemaat HKBP Filadelfia awalnya hendak beribadah di tempat ibadah mereka yang lama. Namun tempat itu sebenarnya sudah disegel pihak Pemerintah Daerah (Pemda). Pemda memfasilitasi tempat yang baru.
"Tapi mereka tetap mau beribadah di tempat yang lama. Kita hanya mengamankan kedua belah pihak saja agar tidak bersinggungan," ujarnya.
Karena itu, lanjut Andri, pihaknya sempat menutup Jl Jejalen Raya pukul 08.30 WIB. Hal ini dilakukan agar masyarakat dan jemaat tidak saling bertemu agar tidak terjadi keributan.
"Kita agar jangan sampai bentrok antara masyarakat dengan jemaat. Kita menerima surat edaran dari Pemda yang mengarahkan ke tempat baru. Kita cuma bantu. Satpol PP mengimbau," jelasnya.
Menurut Andri, masyarakat sempat hendak menghadang jemaat agar tidak beribadah di tempat yang lama. Namun hal itu tidak terjadi, karena polisi sudah langsung mengamankan situasi.
"Kita lebih dahulu datang ke sana mengamankan jangan sampai bersinggungan," ucapnya.
Pukul 10.00 WIB, masyarakat mau pun jemaat akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing. Jl Pejalen Raya akhinya dibuka kembali.
"Sudah kembali normal. Sudah aman sekarang," ungkapnya.
Sementara itu, menurut keterangan seorang masyarakat bernama Thowik, jemaat HKBP Filadelfia sempat menghadapi ketegangan saat hendak menggelar ibadah. Sekelompok orang melakukan intimidasi dan teror. Bahkan sempat hendak menjebol barikade polisi.
(gus/ndr)
Ibadah Jemaat HKBP Filadelfia di Bekasi Dijaga Polisi
Kamis, 17 Mei 2012 15:37 WIB
