Jawab Pesimisme Masyarakat Terhadap KPK, Gunakan UU Pencucian Uang

- detikNews
Sabtu, 05 Mei 2012 14:05 WIB
Jakarta - KPK belum juga menerapkan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap tersangka kasus korupsi Angelina Sondakh alias Angie. Padahal, penerapan pasal TPPU kepada Angie dapat dijadikan momentum KPK dalam menjawab pesimisme publik terhadap kinerja KPK.

"Sebetulnya kesempatan untuk KPK dalam menyelidiki aliran dana pencucian uang sudah dibuka, menjerat koruptor dengan menggunakan pencucian uang jadi momentum KPK menjawan pesimistis publik," kata peneliti Pukat UGM, Oce Madril.

Pernyataan tersebut disampaikan Oce dalam diskusi Polemik bertema 'Koruptor Mencuci Uang', di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5).

Pesimisme tersebut terlihat dengan tidak adanya efek jera bagi para koruptor. Ditambah lagi vonis hakim yang ringan menjadi pemicu koruptor dalam melakukan tindak kejahatan.

"Momentum KPK menjerat itu (dengan TPPU), kalau tidak kapan lagi akan kita lihat keadilan di masyarakat," ujarnya.

Di tempat sama, anggota Komisi III DPR, Indra, menilai tingkat korupsi di Indonesia sudah terbilang akut. Upaya pemiskinan koruptor sudah seharusnya dilakukan, yaitu dengan jalan merampas harta kekayaan yang didapat dari hasil korupsi.

"Saya mendorong perampasan aset kejahatan korupsi harus segera diimplementasikan," tegas Indra.


(ahy/asp)