Sidang Perdana Pencabutan SP3 Mantan Wali Kota Semarang Digelar

- detikNews
Rabu, 02 Mei 2012 14:45 WIB
Semarang - Pengadilan Negeri (PN) Semarang hari ini menggelar sidang perdana pencabutan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip terkait kasus penyimpangan dana komunikasi APBD Kota Semarang tahun 2004.

Tim advokasi masyarakat anti korupsi Jateng sebagai penggugat, meminta agar Kejati segera mencabut SP3 dan segera melanjutkan penanganan kasus itu karena terdapat kejanggalan dalam keluarnya surat tersebut.

"Untuk membuktikannya, kami menyiapkan beberapa bukti yang akan kami tunjukkan kepada hakim pada sidang selanjutnya," kata anggota tim advokasi masyarakat anti korupsi Jateng, Slamet usai persidangan di PN Semarang, Jalan Siliwangi, Rabu (2/5/2012).

"Bahkan bukti dari kami sama dengan milik Kejati yaitu hasil matriks yang menjadi dasar penetapan tersangka kepada mantan Wali Kota Semarang," imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum dari pihak Kejati mengatakan, dalam SP3 dengan nomor Print-641/0.3/Fd.1/10/2010 pada tanggal tanggal 28 Oktober 2010 disebutkan bahwa tidak terbukti adanya penyimpangan dana dalam kasus tersebut.

"Tidak terbukti melakukan penyimpangan sehingga bisa diterbitkan SP3," kata kuasa hukum Kejati, Kusmartono.

Namun menurut Slamet, alasan diterbitkannya SP3 tersebut justru menjadi salah satu dari kejanggalan yang ada. Hal itu tertuang dalam Pasal 2(1) uu No. 31 tahun 1999 jo. UU No.20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

"Di situ tercantum 'setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara'. Kata 'dapat' dilihat dari delik formil bukan materil jadi tidak harus ada kerugian," papar Slamet.

Mantan Walikota Semarang, Sukawi Sutarip, terjerat kasus dugaan korupsi dana komunikasi APBD Kota Semarang tahun 2004 sebesar Rp 2,4 miliar dan dana tak terduga sebesar Rp 2,7 miliar. Lalu pada 28 Oktober 2010 Kejati Jateng menerbitkan SP3 terhadap Sukawi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

(alg/try)