KBRI Malaysia: 3 TKI Asal Lombok Tewas Tak Terkait Perdagangan Organ

- detikNews
Senin, 23 Apr 2012 12:34 WIB
Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur membantah 3 TKI asal Lombok yang tewas adalah korban perdagangan organ. Wakil Dubes RI untuk Malaysia, Mulya Wirawan, mengatakan ketiga TKI tersebut tewas ditembak polisi Malaysia karena kasus kriminal.

"Jadi perlu saya luruskan. Berdasarkan laporan sementara dari kepolisian Malaysia, kejadian itu terjadi 25 Maret jam 5.00 pagi (waktu setempat). Ketika sedang patroli, polisi melihat tiga orang mencurigakan bertopeng dan memegang parang. Waktu didekati, mereka melawan. Terjadilah baku tembak. Mereka tewas karena ditembak polisi," ujar Mulya Wirawan saat dihubungi detikcom, Senin (23/4/2012).

Mulya membenarkan adanya jahitan di beberapa bagian tubuh dari ketiga korban. Namun jahitan itu lanjut dia, tidak terkait perdagangan organ sebagaimana dituduhkan Migrant Care.

"Bekas jahitan itu betul, tapi jahitan itu terkait kasus pidana. Jadi jahitan itu terkait autopsi, seperti prosedur yang biasa dilakukan di kepolisian kita, ya juga sama. Autopsi itu dilakukan instansi resmi, RS. Saya tidak ketemu logikanya jika instansi resmi seperti RS dan kepolisian dengan sengaja melakukan perdagangan organ, itu aib besar," bantahnya.

KBRI, kata Mulya, telah meminta secara resmi laporan lengkap terkait kasus tersebut kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dan rumah sakit yang melakukan autopsi korban. Sebagai tindak lanjut, laporan tersebut akan diteruskan ke kementerian luar negeri di Jakarta.

'Saya tidak mau berspekulasi (soal penyebab kematian). Sebaiknya mencari secara dalam kasusnya dan meminta laporan lengkap dari kepolisian Malaysia. Kemudian laporkan ke pusat (Kemenlu)," pungkas Mulya.

Sebelumnya, pihak keluarga mendapat informasi tewasnya anggota keluarga mereka yang bekerja menjadi TKI di Malaysia. Tiga TKI itu adalah 3 TKI, Herman (34), Abdul Kadir Jaelani (25), dan Mad Noon (28), asal Desa Pancor Kopong Pringgasela Selatan dan Pengadangan, Lombok Timur. Informasi tewasnya ketiga TKI itu diperoleh pihak keluarga korban setelah membaca koran lokal di Malaysia 26 Maret 2012, tentang penemuan motor tak dikenal.

Motor itu ditemukan di daerah pemancingan yang dikunjungi 3 TKI itu. Pihak keluarga yang membaca koran tersebut pun mendatangi rumah sakit setempat, dan menemukan 3 TKI itu telah meninggal pada 30 Maret 2012 dengan keterangan luka tembak.

Kendati mendapat keterangan resmi dari rumah sakit, namun salah satu keluarga korban menemukan kejanggalan terhadap jasad 3 TKI tersebut. Kejanggalan itu terdapat pada jahitan tubuh korban.

Ketiganya mendapati jahitan yang sama. Semua korban dijahit pada bagian kedua matanya, di dada bagian atas dari dekat lengan kanan ke lengan kiri terdapat jahitan lurus melintang.

Jahitan juga terlihat dari dada hingga ke bagian tengah perut nyambung tengah jahitan atas terjahit hingga bawah pusar, sementara di bawah pusar terlihat jahitan dari perut bagian kiri hingga bagian kanan.

Sementara itu, Kemlu memerintahkan KBRI Kuala Lumpur melakukan penyelidikan dengan menggali informasi soal 3 TKI itu. "Kita minta KBRI follow-up apa yang terjadi, karena itu kan baru dugaan," jelas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Tatang Razak, saat dikonfirmasi detikcom.

(rmd/vit)