Pilih Golkar, Poempida Tinggalkan Nasdem

- detikNews
Selasa, 27 Jul 2010 20:19 WIB
Jakarta - Kekuatan dan soliditas Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) terus mendapatkan ujian dari para simpatisan dan pendukungnya. Setelah mendapatkan ancaman dari partai-partai politik, pengurus Nasdem juga mulai meninggalkannya.

Adalah Anggota Dewan Pakar Nasdem yang juga kader Golkar Poempida Hidayatullah yang kali ini menyatakan pengunduran dirinya dari Ormas Nasdem. Poempida merasa Nasdem akan bermetamorfosa menjadi parpol.

"Saya merasa Nasdem semakin hari akan menjadi partai. Dari pada saya buang waktu, toh kalau akhirnya menjadi partai, saya tetep memilih Golkar, lebih baik saya mundur sekarang," kata Poempida kepada detikcom, Selasa (27/7/2010).

Menurut menantu Fahmi Idris ini, semangat awal pendirian Nasdem memang untuk gerakan sosial dan moral. Karena itulah dia tertarik untuk bergabung dan ikut menjadi bagian dalam kepengurusan. Apalagi saat ini Poempida sering ditanya konstituennya soal Nasdem.

"Saya tidak ada masalah dengan Bang Surya dan Bang Ical. Ini juga bukan karena ada tekanan, Siapa yang bisa menekan saya, ini murni suara hati saya dan pilihan logis dan rasional saya karena partai saya cuma satu yaitu Golkar," tegasnya.

Poempida sudah mengirimkan surat resmi kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh terkait pengunduran dirinya. Berikut surat pengunduran diri Poempida:

Kepada
Yth. Abangda Surya Paloh
Ketua Umum Ormas Nasional Demokrat
Di tempat

Jakarta, 26 Juli 2010

Dengan hormat,
Semoga Abangda dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Bersama dengan surat ini perkenankan saya menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya Kepada Abang yang telah mempercayakan saya untuk dapat menjadi bagian Ormas Nasional Demokrat, sebagai anggota Dewan Pakar.

2. Saya menilai Ormas Nasional Demokrat tetap harus konsisten memperjuangkan nilai-nilai moral, sosial dan budaya yang tengah mengalami krisis di bumi pertiwi yang tercinta ini. Saya pribadi akan selalu mendukung semangat perjuangan dalam hal ini.

3. Terbentuknya wacana yang telah menjadi persepsi publik bahwa Ormas Nasional Demokrat di kemudian hari akan menjadi Partai. Hal ini membuat posisi saya menjadi sangat dilematis.

4. Perlu saya sampaikan, Abangda yang saya hormati, bahwa saya mempunyai prinsip “satu hidup, satu partai”. Saya harus konsisten dengan prinsip tersebut. Jika di kemudian hari pada akhirnya saya harus memilih, maka saya akan tetap konsisten menjadi kader Partai Golkar, Partai yang sudah 16 tahun menjadi patron perjuangan politik saya.

5. Dengan demikian, dengan segala hormat kepada Abangda, saya memohon pengertian Abangda bahwa mulai hari ini saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota Ormas Nasional Demokrat.

6. Keputusan yang sangat sulit ini memang perlu saya tetapkan agar saya dapat lebih fokus dalam memperjuangkan aspirasi politik yang saya yakini. Semoga Abangda dapat memahami keputusan saya ini, dan saya mohon keputusan ini tidak memutuskan tali persaudaraan dan tali silaturahmi di antara kita.

Terima kasih atas segala perhatian Abangda selama ini.

Salam hormat,

Poempida Hidayatulloh

Tembusan:
- Bpk. Syamsul Muarif, Sekjen Ormas Nasional Demokrat
- Bpk. Siswono Yudhohusodo, Ketua Dewan Pakar, Ormas Nasional Demokrat


(yid/asy)