DetikNews
Senin 21 Januari 2008, 20:14 WIB

Gelar Pahlawan Nasional AA Gde Agung Ditolak Veteran

- detikNews
Denpasar - Gelar pahlawan nasional yang disematkan kepada bekas Raja Gianyar dan mantan Perdana Menteri Indonesia Timur Anak Agung Gde Agung ditolak para veteran di Bali. Gde Agung justru dianggap bersekutu dengan penjajah.

Penolakan tersebut disampaiakan Ikatan Keluarga Besar Pejuang Bali dalam unjuk rasa di kantor Gubernur Bali, jalan Basuki Rahmat dan DPRD Bali, jalan Dr Kusuma Atmadja, Denpasar, Senin (21\/01\/2008).

Aksi itu dilakukan oleh para saksi sejarah perjuangan dan veteran yang terdiri dari Legiun Veteran Republik Indonesia, Ikatan Keluarga Pahlawan, dan Pemuda Panca Marga. Dalam aksinya, mereka membawa spanduk pencabutan gelar pahlawan nasional yang disandang Gde Agung.

Koodinator Aksi yang juga veteran Wayan Genar mengatakan penolakan tersebut adalah sebagai cara pelurusan sejarah. Sesuai dengan kesaksian para pejuang dan fakta, Gde Agung disebut-sebut sebagai sosok yang kejam terhadap rakyat Bali.

Gde Agung juga dituding berkhianat karena bersekutu dengan penjajah Jepang dan Belanda. Dia bahkan mendirikan organisasi Pemuda Pembela Negara (PPN) yang bekerjasama dengan NICA."Dia kejam sekali kepada rakyat sendiri," kata Wayan.

Gelar kepahlawanan untuk A.A. Gde Agung diberikan Presiden SBY pada 9 November 2007. Gde Agung dianggap berjasa dalam perjuangan diplomasi, khususnya dalam pelaksanaan Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda.

Gubernur Bali Dewa made Beratha mengatakan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Gde Agung tanpa sepengetahuan pemerintah Provinsi Bali. "Kita bahkan tidak pernah mengajukan gelar tersbeut kepada pemerintah," katanya.

Beratha berjanji akan membantu para veteran memperjuangkan desakannya tersebut kepada Presiden SBY.



(gds/gah)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed