DetikNews
Rabu 11 Oct 2006, 13:33 WIB

Penyadapan KPK Bertentangan dengan Proses Pengadilan

- detikNews
Jakarta - Penyadapan dimungkinkan dalam penyelidikan. Namun kewenangan seharusnya diberikan kepada penyidik, bukan lembaga KPK. Jika tidak maka bertentangan dengan due process of law<\/I> (proses pengadilan).Demikian pendapat yang disampaikan ahli hukum pidana dari Universitas Muhamadiyah Chairul Huda dalam sidang judicial review<\/i> UU KPK di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (11\/10\/2006).\\\"Menurut saya, kewenangan penyadapan harus diberikan kepada penyidik, bukan lembaga KPK,\\\" kata Chairul.Dikatakan dia, penyadapan berhubungan dengan privacy<\/i> seseorang sehingga dalam UU semestinya diberi batasan sampai mana penyadapan dapat dilakukan.\\\"Yang terjadi di UU KPK, kewenangan diberikan kepada lembaga yaitu KPK, dan aturan itu tidak dirinci lebih lanjut. Contohnya UU 2\/1997 tentang Narkotika, di sana ada aturan tentang penyadapan. Namun kewenangan diberikan ke penyidik. Karena kewenangan diberikan keada lembaga, maka dapat bertentangan dengan prinsip due process of law<\/I>,\\\" terangnya.Demikian juga dengan penjebakan, lanjutnya, bukan hal baru dalam sebuah investigasi. Namun dalam UU KPK tidak ada satu pun ayat yang mengatur hal ini.\\\"Kalau tidak ada aturan maka sebuah lembaga tidak boleh melakukan hal ini tanpa diberi kewenangan oleh UU,\\\" ujarnya.Dalam kesempatan yang sama, ahli filsafat pidana dari UII Mudzakkir menilaiposisi KPK membigungkan karena tidak berada dalam atap eksekutif maupun yudikatif.\\\"Jadi kekhususan yang ada pada KPK membingungkan. Harusnya posisi KPK tetap berada di bawah eksekutif. Jadi bisa berkoordinasi dengan lembaga lain yang ada di bawah eksekutif,\\\" kata Mudzakkir.
(aan/sss)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", Senin - Jumat pukul 04.15 - 05.00 WIB, dan Sabtu - Minggu pukul 04.00 - 05.00 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed