DetikNews
Rabu 04 Oct 2006, 17:06 WIB

Kivlan Zein: Misi Wiranto Jatuhkan Soeharto

- detikNews
Jakarta - Apa pandangan mantan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zein mengenai Jenderal (Purn) Wiranto saat Mei 1998? Menurut Kivlan, Wiranto memiliki misi untuk menjatuhkan Soeharto. Kubu Wiranto dan Prabowo berhadap-hadapan. \\\"Mereka (kubu Wiranto), misinya menjatuhkan Pak Harto. Itu rancangan Wiranto, saya buka semua. Nanti yang bersaksi sejarah. Saya tahu itu, di Kebon Sirih dia punya pusat itu. Saya bersedia berhadapan dengan dia. Saya kemukakan data,\\\" kata Kivlan dalam diskusi Kontroversi Mei 98 di Institute for Policy Studies, di Jl. Penjernihan IV No 8, Jakarta, Selasa (3\/10\/2006) kemarin. Menurut Kivlan, kejatuhan Soeharto sebenarnya kehendak dunia internasional. \\\"Pak Harto sudah mau membangkang terhadap AS. Ekonomi sudah mau tinggal landas. Jadi bahaya ini. Pak Harto sudah memegang kekuatan duit, besar katanya. Dia kendalikan duit ratusan triliunan dolar warisan dari Soekarno. Ini menakutkan AS. Pak harto sudah kendalikan Indiana. AS banyak utang,\\\" ujar Kivlan. Wiranto, kata Kivlan, tidak sadar bahwa penjatuhan Soeharto ini permainan internasional. \\\"Ini perjanjian-perjnajian semua. Saya sudah pegang semua. Jadi, rencananya Soeharto jatuh, Habibie juga ikut jatuh. Ormas-ormas Islam banyak yang tidak tahu ikut mengantam Soeharto, terutama Amien Rais. Tapi, gak apa-apa, ini demokrasi,\\\" kata dia. Tanggal 18 Mei 1998, kata Kivlan, Wiranto bersama Wakil Presiden BJ Habibie menghadap Pak Harto untuk memintanya mundur. \\\"Mereka bilang kepada Pak Harto, bahwa keadaan tidak dapat dikendalikan,\\\" kata Kivlan. Mendengar permintaan Wiranto agar Soeharto mundur, Kivlan cs menggelar rapat untuk memperlihatkan dukungan kepada Pak Harto. \\\"Tanggal 18 malam itu, saya yang memimpin rapat. Saya pukul-pukul juga mejanya. Kita rapat untuk mengorganisir keadaan. Di situ hadir, PII, HMI, Pemuda Muhammadiyah, FKPPI, Pemuda Ansor, Remaja Masjid,\\\" jelas dia. Dukungan untuk Pak Harto ini sekitar 15 ribu orang. \\\"Kita dapat biaya Rp 400 juta dari pengusahalah. Jatahnya dibagi dan diundur tanggal 21 Mei. Tiba-tiba, saya dapat telepon dari Pak Yusril, bahwa Pak Harto mundur. Ya sudah, akhirnya kita ubah, kita dukung Habibie. Perubahan ini dilakukan tanggal 20 Mei seusai Jumatan,\\\" ujar dia.Hari Jumat itu, Kivlan salat Jumat bersama Prabowo. Saat itu, pasukan Kostrad sudah digelar. \\\"Pasukan Kostrad ada 20 ribu di Jakarta, ditambah marinir, kopassus, paskhas, armabar,\\\" kata dia.
(aba/asy)
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed