Said Aqil: Imam Masjid, Khatib, KUA Harus dari NU, Selain NU Salah Semua

Guruh Nuary - detikNews
Minggu, 27 Jan 2019 11:41 WIB
Foto: Said Aqil Siradj dan Jokowi di Harlah ke-73 Muslimat NU (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta Muslimat NU mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Dia berharap Muslimat NU berperan besar di Pilpres 2019.

Pernyataan tersebut disampaikan Said Aqil dalam sambutannya di Harlah ke-73 Muslimat NU di GBK, Jakarta, Minggu (27/1/2019). Said Aqil mendorong umat NU untuk lebih berperan di segala sektor, dari mulai peran agama, peran akhlak, peran sosial, peran kesejahteraan hingga peran politik.

"Agar berperan di tengah-tengah masyarakat. Peran apa? Peran syuhudan diniyan, peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, Pak Menteri Agama, harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua," ujar Said Aqil disambut tepuk tangan muslimat NU yang hadir.

"Nanti banyak bid'ah nanti kalau selain NU. Ini bid'ah ini. Tari-tari sufi bid'ah nanti," sambung Said Aqil sambil menunjuk ke depan mengarah ke lokasi digelarnya tarian sufi.


Said mengatakan selama ini kader NU memang telah berperan banyak di tengah masyarakat. Namun ada satu peran yang belum dilakukan, yakni syuhudan syiayah atau peran politik.

"Peran ekonomi, peran kesejahteraan, peran kesehatan, peran sosial, peran masyarakatan. Muslimat sudah berperan. Koperasi-koperasi, bisnis perdagangan, yang belum satu, syuhudan syiayah, peran politik. Maka tahun 2019 harus menang. Supaya NU berperan syuhudan syiayah," tuturnya.


Seperti diketahui, cawapres Ma'ruf Amin merupakan ulama NU dan mantan Rais Aam. Ma'ruf mundur usai didaulat untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 dan digantikan oleh KH Miftahul Akhyar.

Said Aqil sebelumnya pernah mengatakan, meski bukan parpol, warga NU terpanggil untuk memenangkan tokohnya di Pilpres 2019. Dukungan itu akan terjadi tanpa ada arahan dari NU.

Harlah ke-73 Muslimat NU ini dihadiri Presiden Jokowi dan isterinya, Iriana. Selain itu, sejumlah pejabat, seperti Ketua PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga turut hadir.

Judul berita awal artikel ini adalah 'Said Aqil: Imam Masjid-Menag Harus dari NU, Selain NU Salah Semua', diganti menjadi 'Said Aqil: Imam Masjid, Khatib, KUA Harus dari NU, Selain NU Salah Semua'. Redaksi melakukan pengubahan judul berita setelah menyadari konteks bahwa penyebutan Menteri Agama oleh Said Aqil dalam pernyataan tersebut sebagai bentuk sapaan, tidak termasuk pihak yang harus berasal dari NU.

Tonton juga 'Said Aqil Pede Warga NU Tak Perlu Diarahkan Dukung Jokowi-Ma'ruf':

[Gambas:Video 20detik]



Said Aqil: Imam Masjid-Menag Harus dari NU, Selain NU Salah Semua
(mae/hri)