DetikNews
Sabtu 03 September 2016, 16:26 WIB

Pengamat: Fungsi BIN untuk Lindungi Warga, Jangan Jadi Alat Politik

Niken Purnamasari - detikNews
Pengamat: Fungsi BIN untuk Lindungi Warga, Jangan Jadi Alat Politik Foto: Ilustrator Zaki Alfarabi
Jakarta - Pengangkatan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon kepala BIN mendapat kritik dan masukan. Diharapkan, Komjen BG tidak membawa BIN untuk kepentingan politik tertentu.

"BIN tidak hanya menjadi tempat menaruh orang tertentu. Jangan dipolitisir. Fungsi BIN mem-backup negara untuk melindungi warga. Namanya intelijen jadi wikipedia negara. Semua informasi disana. Kuncinya adalah bagaimana diartikan, diolah sehingga menjadi strategi," jelas pengamat pertahanan dan intelijen Dr. Connie Rahakundini dalam diskusi Smart FM dan Populi Center di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2016).

Kendati demikian, ia tidak keberatan soal penunjukkan BG sebagai calon kepala BIN. Asalkan, BG nantinya mampu fokus mengamankan negara dari sejumlah masalah yang ada. Utamanya dalam menghadapi konstelasi politik jelang pemilu 2019 mendatang.

"Sekali lagi, saya tidak ada keberatan terhadap Budi Gunawan untuk jadi BIN. Tapi yang saya khawatirkan itu soal institusi. Saya melihat instusi bukan perorangan ya. Saya melihat kepentingan Badan Intelijen harus berfungsi maksimum," ujar Connie.

"Yang saya khawatirkan menjadi posisi intelijen seolah-olah dalam analisa saya pribadi, hanya jadi bargaining politik, hanya untuk menempatkan posisi seseorang. Padahal BIN sekarang dalam konstelasi 2019, dan posisi strategis BIN harus jadi ujung tombak terhadap negara bagaimana intelijen bisa dijalankan, masalah-masalah bisa dicounter sejauh ini, seperti terorisme dll," sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid yang turut hadir dalam diskusi bertajuk 'Ini Dia Kepala BIN Baru' menyampaikan, agar BG dapat merangkul semua elemen baik militer, polisi maupun sipil untuk mengoptimalkan fungsi BIN.

"Kepala BIN harus bisa merangkul semua elemen. Itu kemampuan yang kita dorong dan kawal, supaya Pak Budi Gunawan nanti mau merangkul semua elemen yang ada di dalam BIN. Jadi kita harapkan, tidak ada perubahan struktural yang besar. Ada keseimbangan di dalamnya baik mereka yang berlatar belakang militer, berlatar belakang sipil murni," kata Meutya.
(nkn/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed